ORIENTASI Kader Posyandu di Kecamatan Bungku Barat menekankan pentingnya akurasi data kesehatan masyarakat.
Camat Bungku Barat Muhdar Da’ami menyampaikan hal tersebut pada Rabu 23 September 2026.
Kegiatan berlangsung melalui Orientasi Kader Posyandu dan Integrasi Layanan Primer (ILP) Tingkat Kecamatan di Desa Wosu.
Ketua TP-PKK Kabupaten Morowali, Ny. Hj. Darmayanti Iksan, turut menghadiri kegiatan tersebut.
Muhdar menilai perubahan konsep Posyandu membutuhkan pemahaman baru dari kader dan pemerintah desa.
Menurut dia, Posyandu kini tidak hanya menangani bayi dan balita.
“Posyandu hari ini bukan lagi sekadar Posyandu bayi atau Posyandu biasa,” kata Muhdar.
Orientasi Kader Posyandu: ILP Perluas Peran
Penerapan ILP memperluas cakupan pelayanan Posyandu berdasarkan siklus kehidupan masyarakat. Cakupan tersebut meliputi bayi, balita, remaja, ibu hamil hingga lanjut usia.
Dengan pendekatan itu, Posyandu dapat menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat secara lebih menyeluruh.
Selain itu, layanan berbasis masyarakat dapat bergerak lebih dekat dengan kebutuhan warga.
Karena itu, Orientasi Kader Posyandu menjadi penting dalam memahami perubahan pola pelayanan tersebut.
Kader perlu memahami karakteristik kelompok masyarakat yang mereka layani di setiap desa.
Selanjutnya, kader dapat membantu menghubungkan kebutuhan warga dengan pelayanan kesehatan yang tersedia.
Orientasi Kader Posyandu, Camat Bungku Barat Tekankan Akurasi Data
Muhdar juga menyoroti kualitas data sebagai bagian penting dalam penerapan ILP.
Ia meminta kader mencatat kondisi masyarakat sesuai keadaan nyata di wilayah masing-masing.
“Setiap kader agar memberikan data yang akurat berdasarkan situasi dan kondisi yang ada di desa masing-masing,” ujarnya.
Data yang akurat membantu pemerintah membaca kondisi kesehatan masyarakat secara lebih jelas.
Informasi tersebut juga dapat menunjukkan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
Dengan demikian, pendataan tidak sekadar memenuhi kebutuhan administrasi program kesehatan.
Data juga dapat membantu pemerintah desa menyusun langkah pelayanan berdasarkan kondisi masyarakat.
Baca juga: Ketua Harian PAN Morowali Apresiasi Gerak Antisipatif Bupati Iksan
Posyandu Berbasis Siklus Kehidupan
Perubahan pendekatan membuat Posyandu memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan sebelumnya.
Layanan tersebut tidak lagi hanya berkaitan dengan penimbangan bayi dan pemantauan balita.
Sebaliknya, Posyandu kini mendukung pelayanan kesehatan berdasarkan tahapan kehidupan masyarakat.
Pendekatan tersebut membutuhkan koordinasi antara kader, pemerintah desa dan unsur pelayanan kesehatan.
Di tingkat desa, kader menjadi salah satu unsur penting dalam mengenali kondisi warga.
Sementara itu, pemerintah desa dapat menggunakan informasi tersebut untuk mendukung kebutuhan pelayanan.
Penguatan Kapasitas Kader
Kegiatan di Bungku Barat juga memperkuat pemahaman kepala desa dan kader mengenai konsep ILP.
Penguatan kapasitas tersebut perlu berjalan bersama peningkatan kualitas pendataan.
Pelayanan yang baik membutuhkan informasi yang tepat mengenai kondisi masyarakat.
Karena itu, Orientasi Kader Posyandu tidak hanya membahas perubahan konsep pelayanan.
Kegiatan tersebut juga menyentuh kebutuhan praktis dalam mengelola informasi kesehatan masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan ILP bergantung pada kemampuan setiap desa menerapkan konsep tersebut secara konkret.
Kader perlu menerjemahkan pendekatan siklus kehidupan ke dalam kebutuhan warga sehari-hari.
Dengan data yang akurat, pemerintah dapat memperoleh gambaran kebutuhan kesehatan masyarakat secara lebih terarah.
Melalui penguatan kader, Orientasi Kader Posyandu di Bungku Barat menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat.
Pendekatan tersebut menempatkan Posyandu sebagai salah satu pintu awal pelayanan kesehatan yang dekat dengan warga.
Kontributor: Zain Said


Tinggalkan Balasan