Jelang pemilihan BPD Padei Laut, Kecamatan Menui Kepulauan, masyarakat menghadapi momentum penting untuk menentukan figur yang akan mewakili kepentingan warga dalam kelembagaan desa. Karena itu, Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Menui Kepulauan (IPPMMK) Palu, Ikra, mendorong warga Desa Padei Laut memilih calon berdasarkan kualitas, kapasitas, rekam jejak, dan integritas.

Ajakan tersebut menempatkan pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bukan sekadar sebagai agenda demokrasi.

Lebih jauh, proses tersebut menentukan kualitas hubungan antara masyarakat, pemerintah desa, dan kelembagaan yang menjalankan fungsi perwakilan warga.

Ikra mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan hubungan keluarga, pertemanan, atau kedekatan pribadi sebagai dasar utama dalam menentukan pilihan. Menurut dia, masyarakat perlu mengenali kemampuan setiap calon sebelum memberikan suara.

“Dalam menentukan pilihan, masyarakat harus benar-benar melihat kualitas calon. Jangan hanya karena kedekatan keluarga, pertemanan, atau hubungan lainnya. Kita membutuhkan figur yang memiliki kemampuan, wawasan, integritas, dan kepedulian yang nyata terhadap kepentingan masyarakat dan kemajuan Desa Padei Laut,” ujar Ikra, Senin 31 Agustus 2026.

Baca juga: Dari Kemegahan Panggung PAN Morowali, Rahman Yani: Kuda Hitam

Jelang Pemilihan BPD Padei Laut, Rekam Jejak Perlu Menjadi Pertimbangan

Pemilihan anggota BPD memiliki konsekuensi langsung terhadap tata kelola desa. Figur yang memperoleh kepercayaan masyarakat nantinya menjalankan fungsi penting dalam kelembagaan desa.

Karena itu, warga perlu melihat rekam jejak calon secara lebih objektif. Pengalaman berorganisasi, kemampuan berkomunikasi, pemahaman terhadap persoalan desa, serta kepedulian sosial dapat menjadi indikator penting.

Selain itu, masyarakat juga perlu menilai konsistensi calon dalam menjalankan tanggung jawab. Figur yang mampu mendengar aspirasi warga akan memiliki modal penting untuk menjalankan fungsi perwakilan.

Pendekatan tersebut juga membantu masyarakat menghindari pilihan yang hanya muncul karena popularitas atau kedekatan personal. Dengan demikian, suara warga dapat menghasilkan pilihan yang lebih rasional dan memiliki dampak jangka panjang.

Baca juga: Pendapat Hukum Dugaan Pemberian dan Penerimaan Fee Proyek dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 

 

Pendidikan Penting, tetapi Bukan Satu-satunya Ukuran

Ikra turut menyoroti latar belakang pendidikan calon anggota BPD. Menurutnya, pendidikan dapat membantu seseorang membangun wawasan dan pola pikir ketika menghadapi persoalan masyarakat.

Namun, masyarakat tidak perlu menjadikan pendidikan sebagai satu-satunya ukuran. Kapasitas seseorang juga tumbuh melalui pengalaman, integritas, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, dan kepedulian sosial.

“Pendidikan memang penting dan patut menjadi salah satu pertimbangan. Namun, pendidikan harus berjalan bersama dengan integritas, kejujuran, tanggung jawab, pengalaman, serta kepedulian terhadap masyarakat. Jangan sampai kita hanya melihat satu aspek, tetapi perlu melihat secara menyeluruh kapasitas setiap calon,” tegasnya.

Dengan perspektif tersebut, warga dapat menilai calon secara lebih utuh. Pendidikan memberikan bekal pengetahuan, sedangkan integritas menentukan bagaimana seseorang menggunakan pengetahuan tersebut untuk kepentingan masyarakat.

Baca juga: Moh. Rais Rabbie Calon BPD Desa Ambunu Morowali, Nomor Urut 2 Siap Usung Aspirasi Warga

BPD Membutuhkan Figur yang Mau Mendengar Aspirasi Warga

Kualitas anggota BPD juga terlihat dari kemampuannya membangun komunikasi dengan masyarakat. Warga membutuhkan figur yang tidak hanya hadir ketika pemilihan berlangsung, tetapi juga mampu mendengarkan persoalan setelah memperoleh mandat.

Menurut Ikra, anggota BPD perlu memahami kondisi dan kebutuhan Desa Padei Laut. Karena itu, calon harus memiliki kesiapan untuk menerima berbagai aspirasi, mengolah masukan masyarakat, dan menjalankan tanggung jawab secara konsisten.

Pada titik ini, masyarakat memiliki peran besar. Warga dapat menggali informasi mengenai calon, membandingkan rekam jejak, serta menilai gagasan masing-masing kandidat sebelum menentukan pilihan.

Langkah tersebut membuat proses pemilihan lebih bermakna. Pilihan warga tidak lagi sekadar mengikuti arus, tetapi lahir dari pertimbangan yang matang.

Jelang Pemilihan BPD Padei Laut, Pilihan Warga Menentukan Kualitas Kelembagaan Desa

Jelang pemilihan BPD Padei Laut, Ikra juga mengajak masyarakat menggunakan hak pilih secara sadar dan bertanggung jawab. Ia menilai hasil pemilihan harus mampu menghadirkan anggota BPD yang siap menjalankan amanah.

“Pemilihan BPD ini bukan sekadar tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat dapat menentukan pilihan terbaik untuk masa depan Desa Padei Laut. Karena itu, mari memilih dengan pikiran yang jernih dan mempertimbangkan siapa yang benar-benar memiliki kapasitas dan kesiapan untuk menjalankan amanah,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kualitas demokrasi desa tidak hanya bergantung pada proses pemilihan. Kualitas tersebut juga bergantung pada kedewasaan masyarakat ketika menentukan pilihan.

Karena itu, perbedaan pilihan perlu tetap berada dalam koridor persatuan. Kontestasi dapat menghadirkan perbedaan pandangan, tetapi perbedaan tersebut tidak perlu berkembang menjadi konflik sosial.

Ikra mengajak seluruh pihak menjaga nilai kekeluargaan selama proses pemilihan berlangsung. Setelah pemungutan suara selesai, masyarakat tetap memiliki kepentingan yang sama, yakni mendorong kemajuan Desa Padei Laut.

Memilih BPD dengan Pertimbangan yang Objektif

Pada akhirnya, masyarakat memegang kendali penting terhadap arah kelembagaan desa. Suara warga menentukan figur yang akan memperoleh mandat untuk menjalankan fungsi BPD.

Karena itu, masyarakat perlu menggunakan beberapa indikator sebelum memilih. Kualitas, rekam jejak, kemampuan, wawasan, pendidikan, integritas, pengalaman, serta kepedulian terhadap warga dapat menjadi bahan pertimbangan.

Pilihan yang matang juga akan membantu Desa Padei Laut membangun kelembagaan yang lebih kuat. Sebaliknya, pilihan yang hanya mengandalkan kedekatan pribadi berpotensi mengabaikan kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

“Mari jadikan pemilihan BPD ini sebagai momentum untuk memilih figur terbaik. Pilihlah berdasarkan kualitas, rekam jejak, kemampuan, pendidikan, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat. Karena pilihan yang kita tentukan hari ini akan ikut menentukan arah Desa Padei Laut ke depan,” pungkas Ikra.

Dengan demikian, jelang pemilihan BPD Padei Laut, masyarakat memiliki kesempatan untuk memperkuat demokrasi desa melalui pilihan yang objektif. Memilih figur berkualitas dan berintegritas bukan hanya soal menentukan anggota BPD, tetapi juga ikut menjaga masa depan tata kelola dan pembangunan Desa Padei Laut.

Simak juga: Bunuh Diri Bukan Solusi