MANAJEMEN Pehabala FC Solonsa mengajak seluruh suporter menjaga sportivitas dan persaudaraan menjelang final Berani Cup Morowali 2026 melawan Wosu FC, Kamis 22 Oktober 2026, di Lapangan Sapta Marga, Desa Wosu, Kecamatan Bungku Barat.

Ahmad Rifai menegaskan pentingnya dukungan positif dari seluruh pendukung demi menjaga nama baik tim. Ia juga mengingatkan suporter agar tidak terpancing hasutan, provokasi, maupun ujaran kebencian di lapangan dan media sosial.

Pesan tersebut menjadi perhatian penting menjelang pertandingan final yang berpotensi meningkatkan emosi dan rivalitas antarsuporter. Karena itu, setiap pendukung perlu mengedepankan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan dukungan.

Manajemen Pehabala FC Solonsa Tekankan Sportivitas dan Persaudaraan

Ahmad Rifai mengajak seluruh suporter dan simpatisan untuk menjaga kehormatan tim melalui sikap yang santun. Menurutnya, dukungan kepada klub tidak harus muncul melalui serangan terhadap tim lawan.

“Marilah kita bersama-sama menjaga nama baik Pehabala FC Solonsa. Jangan mudah terpancing oleh provokasi, hasutan, maupun ujaran kebencian, baik di lapangan maupun melalui media sosial,” ucap Ahmad Rifai, Rabu 21 Oktober 2026.

Imbauan tersebut menekankan bahwa sportivitas tidak hanya berlaku selama pertandingan berlangsung. Sebaliknya, pendukung juga perlu menerapkan nilai tersebut ketika berinteraksi di ruang digital.

Selain itu, suporter perlu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikan unggahan atau menanggapi komentar yang memancing emosi. Langkah sederhana ini dapat mencegah kesalahpahaman sekaligus mengurangi potensi konflik antarkelompok pendukung.

Manajemen Pehabala FC Solonsa Klarifikasi Komentar Negatif di Media Sosial Facebook

Manajemen Pehabala FC Solonsa juga memberikan penegasan mengenai komentar individual yang menyerang atau merendahkan klub lain. Ahmad Rifai menyatakan bahwa komentar semacam itu tidak otomatis mewakili sikap resmi tim.

“Jika ada postingan atau komentar di media sosial yang menjatuhkan atau menjelekkan tim lain, kami tegaskan bahwa itu adalah komentar personal, yang tidak ada kaitannya dengan Pehabala FC Solonsa,” tegas Ahmad Rifai.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya membedakan pendapat pribadi dengan sikap organisasi. Dengan demikian, publik dapat menilai setiap unggahan secara proporsional tanpa langsung mengaitkannya dengan seluruh anggota tim atau manajemen.

Namun, klarifikasi saja tidak cukup untuk menjaga suasana tetap kondusif. Setiap pendukung juga perlu bertanggung jawab atas konten yang mereka unggah, bagikan, dan komentari.

Di tengah meningkatnya penggunaan media sosial, satu komentar provokatif dapat menjangkau banyak orang dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, pengendalian diri dan komunikasi yang sehat menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan antarsuporter.

Final Berani Cup Morowali 2026 Jadi Momentum Menjaga Sportivitas

Pertandingan final antara Pehabala FC Solonsa dan Wosu FC bukan sekadar perebutan gelar juara. Ajang tersebut juga menjadi kesempatan bagi kedua kelompok pendukung untuk menunjukkan kedewasaan dalam berkompetisi.

Manajemen Pehabala FC Solonsa berharap seluruh suporter menciptakan suasana pertandingan yang aman, tertib, dan penuh persaudaraan. Dukungan melalui nyanyian, semangat, serta apresiasi terhadap permainan akan memberikan nilai positif bagi kedua tim.

Di sisi lain, suporter perlu menghormati pemain, perangkat pertandingan, dan pendukung lawan. Sikap tersebut dapat membantu menjaga kualitas kompetisi sekaligus memperkuat hubungan sosial masyarakat di Morowali.

Ahmad Rifai turut menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kerja sama seluruh suporter serta simpatisan. Ia berharap semua pihak terus menjaga keharmonisan dan nama baik tim.

Dengan demikian, manajemen Pehabala FC Solonsa mengajak seluruh pendukung menjadikan final Berani Cup Morowali 2026 sebagai perayaan sepak bola yang menjunjung sportivitas.

Kemenangan memang menjadi target setiap tim, tetapi persaudaraan dan sikap saling menghormati tetap harus menjadi prioritas bersama.

Simak juga:Gafar Hilal Blak-Blakan Soal Stadion Fonuasingko