FRONT NASIONAL PERJUANGAN BURUH INDONESIA (FNPBI) Morowali mendesak kejelasan atas dugaan pelanggaran aturan pekerjaan alih daya atau outsourcing di kawasan pabrik PT Freenow Food Industry, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Melalui pengawalan laporan kepada pengawas ketenagakerjaan, FNPBI Morowali kawal nasib pekerja untuk memastikan penempatan tenaga kerja sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Persoalan ini menjadi perhatian karena menyangkut status hubungan kerja para pekerja di area produksi perusahaan. Selain itu, kasus tersebut menguji komitmen dunia usaha dalam menjalankan investasi yang sejalan dengan perlindungan hak-hak pekerja.

Pada Senin, 12 Oktober 2026, perwakilan FNPBI menghadiri undangan Pengawas Ketenagakerjaan (Wasnaker) Wilayah II Sulawesi Tengah di Kabupaten Morowali. Pertemuan tersebut menindaklanjuti surat aduan yang sebelumnya organisasi buruh itu sampaikan kepada pihak terkait.

FNPBI Morowali Kawal Nasib Pekerja PT Freenow

FNPBI menyoroti status hubungan kerja tenaga kerja yang bertugas di area produksi PT Freenow Food Industry. Berdasarkan investigasi internal organisasi, para pekerja di area tersebut memiliki kontrak dengan perusahaan penyedia jasa alih daya.

Temuan internal itu mendorong FNPBI mempertanyakan kesesuaian penempatan tenaga kerja dengan peraturan ketenagakerjaan. Organisasi buruh tersebut kemudian meminta instansi berwenang memeriksa persoalan itu berdasarkan fakta dan ketentuan hukum.

Sebelumnya, FNPBI telah mengirimkan surat aduan mengenai dugaan pelanggaran Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih Daya.

Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan penilaian dari pihak berwenang. Karena itu, hasil pemeriksaan Wasnaker menjadi bagian penting untuk memastikan duduk perkara secara objektif.

Langkah ini juga menunjukkan pentingnya mekanisme pengaduan dalam penyelesaian persoalan hubungan industrial. Pekerja dan organisasi buruh dapat menyampaikan dugaan pelanggaran melalui jalur resmi agar pengawas ketenagakerjaan menilai persoalan berdasarkan bukti.

Wasnaker Diharapkan Segera Mengumumkan Hasil Pemeriksaan

Wakil Ketua FNPBI Sulawesi Tengah, Mohammad Rizal Nasir, turut mengawal langsung para pekerja PT Freenow saat mereka memberikan keterangan kepada pihak Wasnaker.

Kehadiran perwakilan organisasi tersebut menunjukkan keseriusan FNPBI dalam memperjuangkan kejelasan status hubungan kerja para pekerja. Selain itu, pendampingan dapat membantu pekerja menyampaikan keterangan dan persoalan yang mereka alami secara lebih terarah.

“FNPBI berharap Wasnaker Kabupaten Morowali menjalankan pemeriksaan secara profesional. Kami juga meminta pihak pengawas segera menyampaikan hasil pemeriksaan dalam waktu dekat,” ucap Rizal.

Hasil pemeriksaan nantinya dapat membantu para pihak memahami persoalan secara lebih terang. Jika pengawas menemukan pelanggaran, temuan tersebut dapat menjadi dasar bagi instansi berwenang untuk menentukan langkah sesuai ketentuan hukum.

Sebaliknya, apabila pemeriksaan tidak menemukan pelanggaran, penjelasan yang transparan tetap penting untuk memberikan kepastian kepada pekerja, perusahaan, dan masyarakat.

Dengan demikian, penyelesaian perkara ini tidak cukup mengandalkan pernyataan atau dugaan dari salah satu pihak. Pemeriksaan yang objektif, bukti yang relevan, serta penjelasan berdasarkan aturan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.

FNPBI Morowali Kawal Nasib Pekerja, Dugaan Pelanggaran Outsourcing Menjadi Ujian Kepatuhan Perusahaan

Persoalan outsourcing di kawasan industri memiliki arti penting bagi hubungan antara investasi dan kesejahteraan pekerja. Aktivitas industri memang dapat membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Meski demikian, pertumbuhan tersebut perlu berjalan bersama kepatuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan.

Dalam praktiknya, perusahaan perlu memastikan bahwa pola hubungan kerja dan penempatan tenaga kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perusahaan juga perlu memberikan kejelasan mengenai status kerja, hak, serta tanggung jawab setiap pihak dalam hubungan kerja.

Di sisi lain, pengawas ketenagakerjaan memiliki peran penting untuk memeriksa laporan dan memastikan para pihak menjalankan kewajibannya. Proses tersebut membantu mencegah konflik berkepanjangan sekaligus memperkuat kepastian hukum di lingkungan industri.

Bagi pekerja, kejelasan status hubungan kerja dapat membantu mereka memahami hak dan mekanisme perlindungan yang tersedia. Sementara itu, bagi perusahaan, kepatuhan terhadap aturan dapat mendukung hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan.

Oleh sebab itu, penyelesaian laporan FNPBI perlu mengutamakan fakta, bukan sekadar perdebatan antara pekerja dan perusahaan. Pendekatan tersebut juga dapat menjadi pembelajaran bagi pelaku usaha lain yang menjalankan kegiatan industri di Morowali.

FNPBI Tegaskan Investasi Harus Melindungi Hak Pekerja

FNPBI Morowali menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan tersebut hingga memperoleh kejelasan. Organisasi buruh itu juga menyatakan keyakinannya terhadap profesionalisme Wasnaker Kabupaten Morowali dalam menangani laporan yang mereka sampaikan.

FNPBI menilai investasi di Morowali harus memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan kepatuhan terhadap regulasi dan perlindungan hak pekerja.

“Investasi yang hadir di Morowali harus sehat dan fair dalam pelaksanaannya,” demikian penegasan FNPBI yang disampaikan Rizal dalam menyikapi persoalan tersebut.

Pernyataan itu menegaskan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya bergantung pada nilai modal atau kapasitas produksi. Kepatuhan terhadap hukum, kepastian hubungan kerja, dan perlindungan tenaga kerja juga menjadi bagian penting dalam membangun iklim usaha yang sehat.

Pada akhirnya, FNPBI Morowali kawal nasib pekerja dengan mendorong penyelesaian laporan berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan instansi berwenang. Publik kini menanti langkah lanjutan Wasnaker untuk memberikan kejelasan atas dugaan pelanggaran outsourcing di PT Freenow Food Industry.

Hasil pemeriksaan yang transparan dan sesuai hukum diharapkan mampu memberikan kepastian kepada para pekerja sekaligus menjaga hubungan industrial di Morowali.

Dengan demikian, investasi dan perlindungan hak pekerja dapat berjalan beriringan demi menciptakan lingkungan kerja yang adil, sehat, dan berkelanjutan.

Kontributor: Abdul Wahid Akbar

Simak juga: Aksi Pendudukan FNPBI Morowali di PT FreeNow Food Industry