KEBAKARAN HUTAN dan lahan atau Karhutla di Gunung Solonsa, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali, berlangsung Selasa 6 Oktober 2026. Api mulai terlihat sekitar pukul 17.25 Wita di wilayah tersebut.
Petugas hingga berita ini diturunkan masih menghadapi kendala medan untuk memadamkan api.
Polsek Witaponda bersama Babinsa TNI dan manajemen PT Cipta Mineral Perkasa (CMP) dan PT Alaska Dwipa Perdana bergerak menuju lokasi.
Mereka tiba sekitar pukul 18.40 Wita untuk mengecek kondisi sekaligus menangani kebakaran.
Api Berada di Area Pegunungan
Lokasi kebakaran berada di atas WIUP galian C atau batuan milik PT CMP. Dalam laporan, perusahaan tersebut belum melakukan kegiatan produksi.
Titik kebakaran berjarak sekitar 4 kilometer dari Jalan Trans-Sulawesi di Desa Solonsa Jaya. Petugas mencatat lokasi pada koordinat 02°12′45.47″ LS dan 121°32′36.99″ BT.
Kondisi medan menjadi persoalan utama dalam proses pemadaman. Jalur menuju titik api memiliki kontur terjal sehingga mobil pemadam kesulitan mendekat.
Selain itu, panjang selang pemadam tidak mencapai titik kebakaran. Akibat kondisi tersebut, petugas tidak dapat mengandalkan mobil damkar untuk memadamkan api secara langsung.
Hingga sekitar pukul 22.00 Wita, api masih belum padam dan terus merambat. Karena itu, petugas mengambil posisi siaga di sekitar workshop PT Alaska Dwipa Perdana (ADP).
Langkah tersebut bertujuan mengantisipasi pergerakan api menuju area bawah.
Petugas juga memperhitungkan kemungkinan api bergerak mendekati permukiman warga.
Karhutla di Gunung Solonsa, Enam Belas Personel Gabungan Bersiap
Sebanyak 16 personel gabungan turun untuk menangani kebakaran sekaligus mengantisipasi penyebaran api.
Komposisi personel mencakup sembilan anggota Polsek Witaponda dan satu Babinsa TNI AD.
Selain itu, lima personel Damkar Kabupaten Morowali serta satu personel BPBD ikut bergabung.
Tim juga menyiagakan kendaraan pendukung untuk memperkuat penanganan.
“Selain personel, disiagakan satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Morowali dan satu unit mobil tangki air milik PT ADP, ” ucap Kapolsek Witaponda, Iptu Armawansyah.
Keberadaan mobil tangki menjadi penting karena kondisi medan membatasi jangkauan mobil pemadam.
Dengan demikian, petugas menyiapkan metode pemadaman yang menyesuaikan kondisi lapangan.
Pemadaman Manual Jadi Pilihan Tangani Karhutla di Gunung Solonsa
Petugas menyiapkan pemadaman manual karena kendaraan dan selang tidak mencapai titik api.
Personel TNI dan Polri akan bekerja bersama masyarakat untuk menangani kebakaran.
Mereka akan menggunakan tangki air untuk menjangkau area yang terbakar. Di sisi lain, personel gabungan tetap bersiaga di bagian bawah lokasi.
Penempatan tersebut bertujuan mengantisipasi apabila Karhutla di Gunung Solonsa bergerak menuju permukiman.
Petugas juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah berikutnya.
Sampai informasi terakhir, petugas belum mengetahui penyebab kebakaran. Karena itu, penanganan saat ini berfokus pada pengendalian api dan pencegahan perluasan.
Warga Diminta Tetap Tenang
Bhabinkamtibmas Desa Solonsa, Desa Ungkaya, dan Desa Solonsa Jaya turut memberikan imbauan kepada masyarakat.
Petugas meminta warga tetap tenang dan tidak panik menghadapi Karhutla di Gunung Solonsa tersebut.
Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan situasi melalui informasi dari petugas.
Langkah itu penting agar warga memperoleh informasi yang jelas selama proses penanganan berlangsung.
Terlebih, kondisi medan dan arah pergerakan api masih menjadi perhatian petugas.
Dengan kesiagaan personel, dukungan kendaraan, serta pemadaman manual, tim berupaya mengendalikan Karhutla di Gunung Solonsa.
Penanganan selanjutnya akan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.

