MASYARAKAT Desa Bahoea Reko-Reko, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, mendapat pelatihan pengolahan pangan lokal dari mahasiswa UNAIR.
Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal di desa tersebut.
Kegiatan berlangsung di Desa Bahoea Reko-Reko, Kecamatan Bungku Barat, Kamis 24 September 2026.
Pelatihan tersebut membahas penanganan rempah dan pengolahan berbagai pangan lokal.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan.
Selain itu, peserta mendapat wawasan tentang potensi ekonomi dari pengolahan pangan lokal.
Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal, Camat Bungku Barat Dorong Pengembangan Potensi Lokal
Camat Bungku Barat Muhdar Da’ami menghadiri langsung pembukaan kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Muhdar menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan mahasiswa UNAIR.
Menurut dia, masyarakat membutuhkan pengetahuan sekaligus pendampingan untuk mengembangkan potensi desa.
Karena itu, kegiatan berbasis keterampilan dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat, khususnya dalam mengolah pangan lokal agar lebih bernilai dan dapat mendukung perekonomian keluarga,” ujar Muhdar.
Pernyataan tersebut menempatkan keterampilan pengolahan sebagai bagian penting dalam pengembangan ekonomi keluarga.
Dengan kemampuan yang memadai, masyarakat dapat mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah.
Selanjutnya, produk tersebut berpeluang masuk ke pasar lokal maupun jaringan pemasaran yang lebih luas.
Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal: Rempah Lokal Jadi Peluang Ekonomi
Muhdar juga mendorong masyarakat memanfaatkan rempah dan bahan pangan lokal secara optimal.
Menurut dia, pengolahan yang tepat dapat membuka peluang bagi lahirnya produk usaha masyarakat.
Potensi tersebut menjadi penting bagi desa yang memiliki sumber daya pangan di lingkungan sendiri.
Namun, ketersediaan bahan baku saja belum cukup untuk membangun produk bernilai ekonomi.
Masyarakat juga membutuhkan pengetahuan tentang pengolahan, kualitas, kebersihan, pengemasan, dan pengembangan produk.
Karena itu, Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal dapat menjadi pintu awal penguatan kapasitas masyarakat.
Tahap berikutnya membutuhkan praktik berkelanjutan agar pengetahuan tersebut berubah menjadi keterampilan.
Pada saat yang sama, masyarakat perlu melihat peluang pasar sebelum mengembangkan produk secara lebih luas.
Mahasiswa UNAIR Berbagi Pengetahuan
Tim Ekspedisi Patriot UNAIR memberikan materi sekaligus praktik dalam kegiatan tersebut. Materi mencakup penanganan rempah serta teknik pengolahan pangan lokal.
Peserta mengikuti rangkaian kegiatan secara langsung melalui proses berbagi pengetahuan dan keterampilan.
Model pembelajaran seperti itu memberi ruang bagi peserta untuk memahami proses secara lebih praktis.
Selain itu, interaksi langsung dapat membantu masyarakat menghubungkan materi dengan potensi pangan di desa.
Kegiatan ini juga memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan kapasitas masyarakat.
Mahasiswa tidak hanya membawa pengetahuan akademik, tetapi juga berinteraksi langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Tantangan Setelah Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal
Meski demikian, pelatihan hanya menjadi tahap awal dalam pengembangan pangan lokal.
Masyarakat perlu melanjutkan praktik agar keterampilan tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
Pengembangan produk juga membutuhkan konsistensi kualitas serta kemampuan membaca kebutuhan konsumen.
Selanjutnya, pengemasan dan pemasaran dapat menentukan kemampuan produk bersaing di pasar.
Pendampingan lanjutan juga dapat membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan tersebut.
Dengan demikian, Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal memiliki manfaat lebih luas jika masyarakat menerapkan hasil pembelajaran secara berkelanjutan.
Kolaborasi antara desa, perguruan tinggi, dan pelaku usaha juga dapat memperkuat proses tersebut.
Pada akhirnya, pengolahan pangan lokal dapat berkembang dari aktivitas rumah tangga menjadi peluang usaha.
Bagi masyarakat Bahoea Reko-Reko, pengetahuan tersebut dapat menjadi modal untuk mengembangkan potensi ekonomi berbasis sumber daya desa.
Karena itu, keberlanjutan menjadi kunci agar Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan serupa juga dapat memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan pembangunan ekonomi masyarakat desa.
Kontributor: Zain Said.


Tinggalkan Balasan