“Kepemimpinan yang kuat bukan hanya hadir untuk mengambil keputusan, tetapi juga berani mengakui kekurangan sebagai langkah awal menghadirkan perubahan.”

 

PENGAKUAN jujur Bupati Morowali menjadi salah satu pesan paling menonjol dalam kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Morowali ke Dusun Bahombelu, Desa Umbele, Kecamatan Bumi Raya, Selasa 14 Juli 2026.

Di hadapan masyarakat, Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf mengakui bahwa sejak menjabat, dirinya baru pertama kali mengunjungi Bahombelu karena sebelumnya belum mengetahui keberadaan dusun tersebut.

Pengakuan tersebut tidak hanya menunjukkan keterbukaan seorang pemimpin, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat pemerataan pembangunan hingga menjangkau wilayah terpencil.

Momentum tersebut berlangsung bersamaan dengan penyerahan bantuan sambungan listrik berdaya 900 VA kepada 26 kepala keluarga melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Tamaco Graha Krida (PT TGK).

Sebelum tiba di Bahombelu, Bupati juga menyerahkan benih padi unggul bersertifikat kepada petani di Desa Limbo Makmur.

Melalui rangkaian kegiatan itu, Pemerintah Kabupaten Morowali memperlihatkan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga berupaya memastikan pelayanan dasar hadir di seluruh wilayah tanpa terkecuali.

Pengakuan yang Mencerminkan Kepemimpinan Terbuka

Seorang pemimpin tidak hanya dinilai dari keberhasilannya menjalankan program. Masyarakat juga menilai keberanian pemimpin untuk mengakui keterbatasan sekaligus memperbaikinya.

Dalam sambutannya, Bupati Morowali menyampaikan pengakuan yang jarang disampaikan secara terbuka oleh seorang kepala daerah.

“Saya ingin memastikan masyarakat Dusun Bahombelu juga merasakan kehadiran pemerintah. Apa yang telah dilakukan PT TGK patut kita apresiasi, dan pemerintah daerah akan terus bersinergi untuk melengkapi kebutuhan masyarakat yang masih diperlukan.”

Selain itu, Bupati mengungkapkan bahwa selama memimpin Kabupaten Morowali, dirinya baru pertama kali mengunjungi Bahombelu karena sebelumnya belum mengetahui keberadaan wilayah tersebut.

Atas kondisi tersebut, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Selanjutnya, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif hingga menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum banyak tersentuh.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa evaluasi terhadap pemerintahan dapat dimulai dari pengakuan yang jujur. Setelah itu, langkah perbaikan dapat berjalan lebih terarah.

Bahombelu Menjadi Pengingat Pentingnya Pemerataan

Wilayah terpencil sering menghadapi tantangan akses terhadap berbagai layanan dasar. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan setiap desa dan dusun memperoleh perhatian yang sama.

Kunjungan ke Bahombelu memberikan gambaran bahwa pemerataan pembangunan membutuhkan kehadiran langsung pemerintah di lapangan.

Dengan demikian, pemerintah dapat memahami kondisi riil masyarakat sekaligus menyusun kebijakan berdasarkan kebutuhan nyata.

Pendekatan seperti ini juga membantu pemerintah mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang belum tercatat dalam laporan administratif.

Bantuan Listrik Memberikan Dampak Jangka Panjang

Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Morowali bersama PT TGK menyerahkan bantuan sambungan listrik kepada 26 kepala keluarga.

Program tersebut memiliki manfaat yang jauh melampaui penyalaan lampu di rumah. Listrik membuka peluang belajar yang lebih baik bagi anak-anak.

Listrik juga mendukung aktivitas usaha mikro, meningkatkan pelayanan kesehatan, serta memperluas akses masyarakat terhadap teknologi digital.

Karena itu, bantuan tersebut menjadi investasi sosial yang memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Di sisi lain, keberlanjutan pelayanan tetap memerlukan dukungan infrastruktur, pemeliharaan jaringan, dan kolaborasi berbagai pihak agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat.

Kolaborasi Menjadi Kunci Percepatan Pembangunan

Pemerintah Kabupaten Morowali tidak bekerja sendiri dalam menghadirkan pelayanan dasar.

Pada kegiatan tersebut, Bupati didampingi Asisten III Setda Morowali Afridin, Camat Bumi Raya Armin, Camat Witaponda Nasron, S.Sos, Kapolsek Bumi Raya, Kapolsek Witaponda Iptu Armawansyah, SH., serta jajaran manajemen PT TGK.

Perusahaan menyampaikan komitmen untuk terus mendukung pembangunan melalui program CSR.

Selain bantuan sambungan listrik, PT TGK juga merencanakan dukungan terhadap penyediaan air bersih, pembangunan rumah ibadah, dan berbagai fasilitas dasar lainnya.

Kolaborasi seperti ini mempercepat pelaksanaan program pembangunan sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Namun demikian, setiap program CSR perlu diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah agar manfaatnya semakin tepat sasaran.

Pengakuan Menjadi Awal Perbaikan

Pengakuan jujur Bupati Morowali memberikan pelajaran bahwa pemerintahan yang baik tidak selalu identik dengan kondisi tanpa kekurangan.

Sebaliknya, pemerintahan yang adaptif berani mengakui adanya keterbatasan, kemudian segera menyusun langkah perbaikan.

Pendekatan tersebut mendorong transparansi, meningkatkan kepercayaan publik, dan memperkuat akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.

Ke depan, kunjungan langsung ke wilayah-wilayah terpencil perlu terus dilakukan secara berkala.

Melalui cara tersebut, pemerintah dapat memantau perkembangan pembangunan sekaligus memastikan setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Pengakuan jujur Bupati Morowali dalam kunjungan perdananya ke Bahombelu sejak menjabat menjadi lebih dari sekadar pernyataan pribadi.

Pengakuan tersebut mencerminkan keterbukaan pemerintah untuk mengevaluasi diri sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan publik.

Bersamaan dengan penyerahan bantuan listrik kepada 26 kepala keluarga melalui CSR PT TGK, kunjungan ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi, pemerataan pembangunan, dan kehadiran langsung pemerintah hingga ke wilayah terpencil.

Pada akhirnya, pengakuan jujur Bupati Morowali menjadi pengingat bahwa pembangunan yang inklusif selalu diawali oleh keberanian melihat kenyataan, mengakui kekurangan, dan mengambil langkah nyata untuk memperbaikinya.

ABD. GHAFUR HALIM