“Pembangunan desa tidak hanya diukur dari panjang jalan yang dibangun, tetapi juga dari kuatnya kolaborasi yang mampu mengubah kehidupan masyarakat.”

KODIM 1311 Morowali memulai TMMD ke-129 sebagai langkah nyata mempercepat pembangunan desa sekaligus memperkuat ketahanan wilayah di Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali.

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ini menghadirkan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, pelayanan sosial, hingga edukasi yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Melalui kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Morowali, dan masyarakat, TMMD menjadi penggerak pembangunan yang tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga memperkuat fondasi kesejahteraan desa.

Komandan Kodim 1311/Morowali, Letkol Inf. Baja Imanuel Sirait, menjelaskan bahwa TMMD memiliki tujuan yang jauh lebih luas daripada sekadar membangun infrastruktur.

“TMMD ke-129 ini bertujuan membantu pemerintah dalam rangka akselerasi pembangunan di daerah melalui kegiatan fisik dan nonfisik, sekaligus mewujudkan rakyat juang yang tangguh serta meningkatkan kemanunggalan TNI dan rakyat dalam menyiapkan ruang juang, alat juang, dan kondisi juang yang tangguh,” ujar Baja Imanuel Sirait, Rabu 15 Juli 2026.

TMMD ke-129 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dan Desa.” Program berlangsung mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 dengan lokasi kegiatan dari Desa Polewali hingga Desa Umbele, Kecamatan Bungku Selatan.

Sejarah TMMD, Dari ABRI Masuk Desa hingga Program Lintas Sektor

TMMD memiliki akar sejarah yang panjang dalam pembangunan nasional. Program ini berawal dari ABRI Masuk Desa (AMD) yang diluncurkan pada 1980 sebagai bentuk pengabdian TNI untuk membantu pembangunan di wilayah pedesaan sekaligus memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat.

Seiring perkembangan kebutuhan pembangunan nasional, AMD kemudian berkembang menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Perubahan tersebut memperluas ruang kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, kementerian, lembaga, dan masyarakat.

Kini, TMMD menjadi salah satu program lintas sektor yang secara rutin menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Setiap pelaksanaan menyesuaikan kebutuhan wilayah sehingga hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Infrastruktur Menjadi Pondasi Kemajuan Desa

Salah satu fokus utama TMMD ke-129 adalah pembangunan infrastruktur dasar yang mendukung aktivitas masyarakat.

Kodim 1311/Morowali melaksanakan pembukaan jalan sepanjang 4.100 meter dengan lebar 8 meter. Jalan tersebut diharapkan meningkatkan konektivitas antardesa sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Program juga mencakup pembangunan rabat beton sepanjang 707 meter dengan lebar 1,7 meter, pembangunan tiga unit MCK, pembangunan lima titik penampungan air bersih, serta rehabilitasi lima rumah tidak layak huni (RTLH).

Selain itu, personel TMMD melaksanakan rehabilitasi masjid, pembangunan lapangan sepak bola, pembersihan lingkungan, penanaman 1.000 pohon mangrove, serta pengembangan ketahanan pangan melalui budidaya kelapa.

Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan desa secara berkelanjutan.

Pembangunan Manusia Sama Pentingnya dengan Pembangunan Fisik

Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur. Desa juga membutuhkan masyarakat yang sehat, produktif, dan memiliki pengetahuan yang memadai.

Karena itu, TMMD menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang meliputi penyuluhan mitigasi bencana, pencegahan stunting, bela negara, kesehatan, keluarga berencana, bahaya narkoba, serta pelayanan pengobatan gratis.

Program tersebut membantu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Pengetahuan yang diperoleh warga juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga manfaatnya berlangsung lebih lama.

Bantuan Sosial dan Ketahanan Pangan Mendukung Kesejahteraan Warga

TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial yang menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Kodim 1311/Morowali membagikan 100 paket sembako, 100 paket bantuan stunting, serta bantuan kepada lima penyandang disabilitas.

Selain itu, program ketahanan pangan melalui budidaya kelapa memberikan peluang peningkatan ekonomi masyarakat.

Apabila dikelola secara berkelanjutan, kegiatan tersebut mampu memperkuat pendapatan warga sekaligus mendukung ketahanan pangan desa.

Peran TMMD bagi Pemerintah Kabupaten Morowali

Bagi Pemerintah Kabupaten Morowali, TMMD menjadi salah satu bentuk sinergi strategis dalam mempercepat pembangunan desa. Kolaborasi antara Kodim 1311/Morowali, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat membantu mempercepat penyediaan infrastruktur serta pelayanan dasar di wilayah yang membutuhkan.

Pembangunan jalan, sarana air bersih, rumah layak huni, fasilitas sanitasi, dan ruang publik mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Infrastruktur tersebut membuka akses yang lebih baik menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pusat pelayanan publik, hingga sentra ekonomi masyarakat.

Sementara itu, berbagai penyuluhan dalam TMMD memperkuat agenda Pemerintah Kabupaten Morowali di bidang kesehatan, pencegahan stunting, pengendalian narkoba, mitigasi bencana, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

TMMD juga memperkuat budaya gotong royong yang menjadi modal sosial masyarakat. Keterlibatan warga sejak proses pembangunan hingga pemeliharaan hasil pembangunan menciptakan rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun. Kondisi tersebut membuat manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Morowali memperoleh dukungan nyata dalam mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah.

Tantangan dan Solusi Pelaksanaan TMMD

Pelaksanaan TMMD tentu menghadapi berbagai tantangan. Kondisi geografis, cuaca, serta keterbatasan akses menjadi faktor yang dapat memengaruhi pekerjaan di lapangan.

Namun, kolaborasi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menjadi solusi utama. Semangat gotong royong mempercepat penyelesaian pekerjaan sekaligus meningkatkan kualitas hasil pembangunan.

Selain itu, pemeliharaan seluruh fasilitas setelah TMMD selesai menjadi tanggung jawab bersama. Infrastruktur yang dirawat dengan baik akan memberikan manfaat lebih lama bagi masyarakat.

Kodim 1311 Morowali memulai TMMD ke-129 sebagai bentuk pengabdian TNI dalam mempercepat pembangunan desa melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Morowali dan masyarakat.

Program ini tidak hanya membangun jalan, sanitasi, rumah layak huni, fasilitas umum, dan sarana air bersih, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan edukasi dan pelayanan sosial.

Berbekal sejarah panjang sejak era ABRI Masuk Desa, TMMD terus berkembang menjadi program lintas sektor yang mendukung pemerataan pembangunan nasional.

Bagi Kabupaten Morowali, program ini diharapkan memberikan dampak positif berupa percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan desa, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta tumbuhnya budaya gotong royong.

Oleh karena itu, Kodim 1311 Morowali memulai TMMD bukan sekadar melaksanakan program tahunan, melainkan membangun fondasi desa yang lebih maju, tangguh, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

ABD. GHAFUR HALIM