“Waktu tambahan bukan sekadar penundaan, tetapi ruang untuk menyempurnakan persiapan menuju kompetisi yang lebih berkualitas.”

 

PERUBAHAN jadwal Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) X Sulawesi Tengah ke Desember 2026 membawa dampak positif bagi tuan rumah maupun seluruh peserta. Di balik penundaan PORPROV X Sulteng, terdapat peluang besar untuk memperkuat kesiapan teknis, fasilitas, atlet, hingga dukungan anggaran daerah.

Keputusan menggeser jadwal pelaksanaan tersebut memberi ruang lebih panjang bagi semua pihak. Karena itu, pemerintah daerah, panitia, dan kontingen peserta dapat menyiapkan kebutuhan secara lebih matang.

Kabupaten Morowali sebagai tuan rumah memastikan kesiapan penyelenggaraan tetap berjalan sesuai rencana. Selain itu, perubahan jadwal tidak berkaitan dengan persoalan infrastruktur.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Morowali, Mohammad Amin, menegaskan bahwa seluruh fasilitas pendukung telah siap digunakan.

“Morowali sepenuhnya siap menjadi tuan rumah pelaksanaan PORPROV X. Terkait dengan diundurnya pelaksanaan ke bulan Desember 2026 sama sekali tidak ada kaitannya dengan infrastruktur karena infrastruktur sudah siap,” ujar Mohammad Amin saat dihubungi melalui telepon, Selasa 4 Agustus 2026.

Menurut Amin, perubahan jadwal justru memberikan kesempatan bagi Morowali dan daerah peserta untuk meningkatkan kualitas persiapan.

“Justru ini hal yang baik. Dengan diundurnya ke bulan Desember maka kita dapat melaksanakan PORPROV itu sebagai rangkaian dari HUT Morowali yang juga akan dilaksanakan pada bulan yang sama dan kita dapat semakin mematangkan segala sesuatunya,” ungkap Amin.

Di Balik Penundaan PORPROV X Sulteng dan Kesiapan Seluruh Daerah

Penundaan PORPROV X Sulteng tidak hanya berkaitan dengan tuan rumah. Namun, keputusan tersebut juga menyentuh kesiapan seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.

Menurut Ketua IBR Morowali, Asfar,  perubahan jadwal bukan akibat ketidaksiapan Morowali. Melainkan, persoalan anggaran daerah menjadi salah satu pertimbangan utama dalam perubahan jadwal tersebut.

“Setahu saya PORPROV ini diundur bukan karena ketidaksiapan tuan rumah, melainkan permintaan kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah. Kendalanya terkait anggaran masing-masing daerah,” ujar Asfar saat dimintai pendapat terkait penundaan tersebut.

Selain itu, tambahan waktu memberikan kesempatan bagi setiap daerah untuk mempersiapkan kontingen secara lebih maksimal.

“Dengan diundurnya PORPROV memberikan waktu yang cukup kepada pihak tuan rumah dan juga peserta dari semua kabupaten/kota untuk benar-benar siap mengikuti kegiatan,” katanya.

Dengan demikian, setiap daerah dapat memperbaiki perencanaan, memastikan kebutuhan atlet, serta menyiapkan dukungan teknis sebelum pertandingan berlangsung.

Persiapan Fasilitas PORPROV X Sulteng Semakin Matang

Tambahan waktu hingga Desember juga memberi keuntungan dari sisi penyelenggaraan. Sebab, beberapa fasilitas pendukung masih membutuhkan penyelesaian akhir.

Wakil Ketua KONI Morowali, Ahmad Yani Arisandi menilai perubahan jadwal membuat Morowali memiliki kesempatan lebih luas untuk menyempurnakan berbagai kebutuhan.

“Kalau diundur sampai bulan Desember, kesiapan kita selaku tuan rumah secara moril sangat bagus, lebih mantap lagi, baik dari segi sarana maupun fasilitas lainnya. Saat ini sendiri sarana-sarana tersebut masih dalam tahap finishing,” jelas Ahmad Yani yang dihubungi Selasa 4 Agustus 2026.

Menurutnya, aspek anggaran juga menjadi faktor penting dalam kesiapan PORPROV. Sebagian daerah memasukkan kebutuhan kegiatan melalui APBD Perubahan.

“Dari sisi penganggaran, rata-rata anggaran PORPROV termuat di APBD perubahan. Oleh karena itu, pada awal November kemungkinan masih ada daerah yang belum cair anggarannya, termasuk tuan rumah, karena perubahan anggaran baru dilaksanakan pembahasannya,” kata Ahmad Yani.

Oleh sebab itu, waktu tambahan dapat membantu pemerintah daerah menyelesaikan proses administrasi anggaran. Selanjutnya, dukungan terhadap kontingen dapat berjalan lebih optimal.

Tantangan Administrasi Menjelang Akhir Tahun

Meskipun memberikan banyak manfaat, pelaksanaan PORPROV pada Desember juga menghadirkan tantangan.

Salah satu tantangan utama muncul dari sisi administrasi. Waktu pelaksanaan yang berdekatan dengan akhir tahun membuat proses penyusunan laporan harus berjalan cepat.

Ahmad Yani mengingatkan bahwa panitia perlu menyiapkan strategi administrasi sejak awal.

“Dari sisi negatifnya, kita akan dikejar dengan laporan pertanggungjawaban yang harus masuk di akhir tahun. Jangka waktu pembuatan LPJ hanya sekitar beberapa hari atau paling lama satu minggu, sehingga ini menjadi kendala,” ujarnya.

Karena itu, koordinasi antara panitia, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait menjadi solusi penting.

Selain itu, sistem dokumentasi dan pelaporan perlu disiapkan sebelum kegiatan berlangsung. Langkah tersebut dapat mengurangi risiko keterlambatan administrasi.

Momentum Olahraga dan Promosi Morowali

Pelaksanaan PORPROV X Sulteng pada Desember juga memiliki nilai strategis bagi Morowali. Sebab, waktunya berdekatan dengan rangkaian Hari Ulang Tahun Kabupaten Morowali.

Kondisi tersebut dapat menciptakan momentum besar bagi masyarakat. Selain menikmati kompetisi olahraga, warga juga dapat merasakan suasana perayaan daerah.

Lebih jauh, PORPROV dapat menjadi ruang promosi potensi Morowali. Ajang tersebut dapat memperkenalkan budaya, ekonomi, pariwisata, serta berbagai potensi daerah kepada masyarakat Sulawesi Tengah.

Dengan persiapan yang semakin panjang, tuan rumah memiliki peluang menghadirkan penyelenggaraan yang lebih profesional.

Sementara itu, peserta dari seluruh kabupaten dan kota memperoleh waktu tambahan untuk meningkatkan kesiapan atlet.

Di balik penundaan PORPROV X Sulteng terdapat peluang besar untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan. Perubahan jadwal bukan sekadar menggeser waktu pertandingan, tetapi membuka ruang persiapan yang lebih matang.

Morowali memastikan kesiapan infrastruktur telah tersedia. Sementara itu, daerah peserta mendapatkan waktu tambahan untuk menyesuaikan kebutuhan anggaran dan pembinaan atlet.

Namun, tantangan administrasi akhir tahun tetap membutuhkan perhatian serius. Dengan perencanaan yang baik, koordinasi kuat, dan komitmen seluruh pihak, PORPROV X Sulteng dapat menjadi ajang olahraga yang sukses serta mempererat persaudaraan antar-daerah di Sulawesi Tengah.***

Simak juga: Gafar Hilal Blak-Blakan Soal Stadion Mini Fonuasingko