BUPATI MOROWALI Iksan Baharudin Abdul Rauf mengajak seluruh partai politik memperkuat persatuan dan kolaborasi untuk menjaga sekaligus membangun Kabupaten Morowali. Bupati Iksan ajak partai politik meninggalkan sekat perbedaan politik demi kepentingan masyarakat.
Ajakan itu Iksan sampaikan saat menghadiri Pelantikan DPC, Rapat Kerja Daerah (Rakerda), dan Pengukuhan 1.000 Relawan Partai Amanat Nasional (PAN) se-Kabupaten Morowali di Alun-alun Rumah Jabatan Bupati Morowali, Sabtu 29 Agustus 2026 malam.
“Saya berharap, siapapun dia, partai apapun dia, demi Morowali yang kita cintai, mari kita bersatu,” ujar Iksan.
Bupati Iksan Ajak Partai Politik Bangun Kolaborasi
Iksan menilai perbedaan pilihan politik tidak semestinya menghambat agenda pembangunan daerah. Sebaliknya, keberagaman kekuatan politik dapat menjadi modal untuk memperkuat pengawasan, gagasan, dan kerja bersama.
Karena itu, pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi dengan seluruh partai politik. Menurut Iksan, pembangunan Morowali membutuhkan keterlibatan banyak pihak, bukan hanya pemerintah.
“Saya berbicara hari ini atas nama pemerintah. Oleh karena itu, saya berpesan, dalam kolaborasi membangun Morowali, semua partai politik yang hadir, mari kita berkolaborasi dan kita jaga Morowali ini sebaik mungkin,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Iksan ingin menempatkan kepentingan daerah di atas kompetisi politik. Langkah itu penting karena dinamika politik lokal sering kali memengaruhi arah kebijakan, hubungan antarlembaga, hingga kualitas pelayanan publik.
Mengapa Kolaborasi Politik Penting bagi Morowali?
Morowali memiliki kepentingan pembangunan yang besar. Aktivitas ekonomi, investasi, infrastruktur, pelayanan publik, serta kebutuhan masyarakat terus berkembang.
Situasi tersebut membutuhkan koordinasi yang kuat. Pemerintah memang memegang kewenangan eksekutif, tetapi partai politik memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi politik dengan masyarakat.
Selain itu, partai politik juga memiliki kader dan jaringan hingga tingkat akar rumput. Potensi tersebut dapat membantu pemerintah memahami persoalan masyarakat secara lebih cepat dan luas.
Dengan demikian, kolaborasi tidak harus berarti menghilangkan perbedaan sikap politik. Justru, demokrasi membutuhkan perbedaan pendapat yang sehat.
Yang perlu dijaga ialah agar perbedaan tersebut tidak berubah menjadi konflik kepentingan yang menghambat pembangunan. Pemerintah tetap membutuhkan kritik, sementara masyarakat membutuhkan kebijakan yang berpijak pada kebutuhan nyata.
Bupati Iksan Ajak Partai Politik Menjaga Kepentingan Masyarakat
Pesan Iksan juga membawa makna penting bagi masyarakat. Politik tidak berhenti pada momentum pemilihan umum atau perebutan dukungan. Setelah kontestasi selesai, seluruh kekuatan politik memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepentingan publik.
Dalam konteks itu, Bupati Iksan ajak partai politik menjaga Morowali melalui kerja bersama. Pemerintah daerah dapat membuka ruang dialog, sedangkan partai politik dapat menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus menawarkan solusi.
Pendekatan tersebut dapat menciptakan hubungan politik yang lebih produktif. Pemerintah memperoleh masukan yang lebih beragam. Di sisi lain, partai politik tetap menjalankan fungsi politiknya tanpa harus mengorbankan kepentingan daerah.
Lebih jauh, masyarakat dapat memperoleh manfaat ketika kompetisi politik menghasilkan gagasan dan kebijakan yang lebih baik. Karena itu, kolaborasi idealnya tidak sekadar menjadi slogan, tetapi terlihat dalam penyelesaian persoalan konkret.
Menjaga Morowali di Tengah Perbedaan Politik
Iksan kemudian menutup sambutannya dengan harapan agar semangat persatuan dan kolaborasi terus terjaga. Pesan tersebut menempatkan Morowali sebagai kepentingan bersama yang melampaui identitas partai.
Bagi daerah yang terus berkembang, stabilitas sosial dan politik memiliki nilai penting. Pemerintah, partai politik, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan warga perlu menjaga komunikasi agar pembangunan berjalan konsisten.
Pada akhirnya, Bupati Iksan ajak partai politik untuk memperkuat kerja bersama demi Morowali. Perbedaan pilihan tetap menjadi bagian dari demokrasi. Namun, kepentingan masyarakat harus menjadi titik temu seluruh kekuatan politik.
Jika kolaborasi berjalan secara terbuka, kritis, dan berorientasi pada kepentingan publik, perbedaan politik justru dapat menjadi sumber gagasan untuk membawa Morowali tumbuh lebih kuat.
Simak juga: Dari Absensi ke Prestasi, Reformasi TPP di Morowali, Mungkinkah?


Tinggalkan Balasan