“Tujuan utama Pelatihan Service Excellence adalah untuk meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan pelayanan yang profesional, berkualitas tinggi, dan berorientasi pada kepuasan secara konsisten,”_Maskur.

 

PELAYANAN rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas medis, tetapi juga oleh kualitas manusia yang berada di balik setiap layanan. Karena itu, demi genjot Service Excellence, Direktur RSUD Morowali, Maskur, S.Kep., Ners., M.M., mengambil langkah strategis dengan memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan pelayanan unggulan bersama Coach Kartiko Adi Pramono dari Better Habit Institute Indonesia.

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen RSUD Morowali untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih profesional, komunikatif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

 

Demi Genjot Service Excellence, RSUD Morowali Fokus Bangun Budaya Pelayanan

 

Perubahan kualitas layanan rumah sakit tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan gedung, penambahan alat kesehatan, atau peningkatan fasilitas pendukung. Lebih dari itu, rumah sakit membutuhkan tenaga pelayanan yang memiliki pola pikir, sikap, serta kemampuan komunikasi yang sesuai dengan harapan masyarakat.

 

Melalui pelatihan Service Excellence, RSUD Morowali berupaya membangun budaya pelayanan yang menempatkan pasien sebagai pusat perhatian. Dengan pendekatan tersebut, setiap tenaga kesehatan maupun unsur pendukung pelayanan dapat memahami bahwa pengalaman pasien menjadi bagian penting dari keberhasilan rumah sakit.

 

“Tujuan utama Pelatihan Service Excellence adalah untuk meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan pelayanan yang profesional, berkualitas tinggi, dan berorientasi pada kepuasan secara konsisten,” ucap Direktur RSUD Morowali, Maskur, Selasa 25 Agustus 2026.

 

Secara khusus, pelatihan tersebut memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, membangun pola pikir dan sikap atau mindset serta attitude dalam memberikan pelayanan. Kedua, meningkatkan keterampilan komunikasi dan interpersonal. Ketiga, memperkuat kemampuan tenaga rumah sakit dalam mengelola keluhan dan konflik secara tepat.

 

Menghadirkan Coach Berpengalaman dengan Rekam Jejak Panjang Demi Genjot Service Excellence

 

Untuk memastikan pelatihan berjalan dengan standar berkualitas, RSUD Morowali menghadirkan langsung Coach Kartiko Adi Pramono dari Better Habit Institute Indonesia.

 

Kartiko merupakan salah satu pakar Service Excellence sekaligus pelatih senior yang memiliki pengalaman panjang, termasuk selama belasan tahun bersama Garuda Indonesia. Pengalamannya dalam bidang pendidikan, pengembangan organisasi, kepemimpinan, hingga pengembangan sumber daya manusia menjadi modal penting dalam memberikan pelatihan transformasi pelayanan.

 

Perjalanan profesional Kartiko dimulai sejak 1988 sebagai Instruktur Laboratorium Design Engineering. Kemudian, pada 1993, ia menjalankan peran sebagai Lecturer Mechanical Engineering & Design Engineering sekaligus Vocational Program Manager.

 

Selanjutnya, pada 1998, Kartiko dipercaya sebagai Development Consultant & Program Facilitator. Kemudian pada 2001, ia menjalankan tanggung jawab sebagai Business Development Manager sekaligus Leadership Mentor.

 

Sejak 2005 hingga saat ini, Kartiko berfokus pada pengembangan manusia dan organisasi melalui berbagai peran, seperti Better Habit Master Trainer, Leadership Transformational Coach, serta Redirectional Learning Facilitator.

 

Kompetensi Kartiko Jadi Fondasi Penguatan SDM RSUD Morowali

 

Kartiko Adi Pramono memiliki latar belakang akademik yang mendukung kiprahnya dalam bidang pengembangan sumber daya manusia. Ia memiliki pendidikan Design Engineering dari PMS ITB. Selain itu, ia menempuh pendidikan Betrieb­ slehre dan Maschinen Konstruktion di Höhere Technische Lehranstalt – Swiss.

 

Ia juga meraih Magister Teknologi Pendidikan & Metodologi Pembelajaran dari UPH serta Magister Pendidikan Luar Sekolah dari UNY.

 

Tidak hanya itu, kompetensinya semakin kuat melalui berbagai sertifikasi profesional. Kartiko tercatat sebagai pemegang Sertifikasi KKN6 Master Trainer dari BNSP dan Sertifikasi Fasilitator Utama Experiential Learning dari BNSP.

 

Ia juga memiliki sertifikasi International Licensed Master Practitioner NLP dari Society of NLP, Certified Associated Meta-Coach dari ISNS, serta Certified Directive Coach dari ADCI.

 

Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, Kartiko memiliki perpaduan keahlian dalam pendidikan, coaching, kepemimpinan, pembelajaran organisasi, dan pengembangan manusia.

 

Muhlis Katili sebagai salah satu Co-Trainer yang ada di Kabupaten Morowali, mengatakan bahwa Kartiko adalah sosok yang memiliki pengalaman dan kemampuan mumpuni dalam memberikan pelatihan tentang Service Excellence.

 

“Adalah sebuah langkah tepat ketika pak Direktur RSUD Morowali menggandeng bapak Kartiko dalam melakukan pelatihan Service Excellence. Kita berharap, kolaborasi ini dapat memberikan hasil maksimal bagi pelayanan di rumah sakit,” ujar Muhlis Katili.

 

Target 500 Tenaga RSUD Morowali Ikuti Pelatihan Demi Genjot Service Excellence

 

Program pelatihan tersebut dirancang secara bertahap sepanjang 2026. RSUD Morowali menargetkan sekitar 500 tenaga rumah sakit mengikuti kegiatan tersebut melalui delapan angkatan.

 

Peserta pelatihan tidak hanya berasal dari tenaga pelayanan langsung, tetapi juga mencakup pimpinan menengah, bagian administrasi, hingga jajaran manajemen rumah sakit.

 

Hingga saat ini, pelatihan telah berjalan sebanyak tiga angkatan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan RSUD Morowali dalam menciptakan standar pelayanan yang lebih konsisten di seluruh lini.

 

Selain meningkatkan kemampuan teknis, pelatihan ini juga memperkuat soft skill para tenaga rumah sakit. Dengan demikian, setiap individu tidak hanya menjalankan tugas sesuai standar kerja, tetapi juga mampu menghadirkan interaksi pelayanan yang lebih manusiawi.

 

Pelayanan Berkualitas Dimulai dari Sumber Daya Manusia

 

Pada akhirnya, kualitas pelayanan kesehatan sangat bergantung pada kualitas manusia yang menjalankannya. Fasilitas yang modern membutuhkan tenaga profesional yang mampu memberikan pelayanan dengan empati, komunikasi yang baik, serta kemampuan menyelesaikan berbagai tantangan pelayanan.

 

Karena itu, langkah RSUD Morowali demi genjot Service Excellence menjadi bagian penting dalam membangun rumah sakit yang tidak hanya kuat secara fasilitas, tetapi juga unggul dalam pelayanan.

 

Melalui penguatan kompetensi, komunikasi, dan budaya kerja, RSUD Morowali berupaya memastikan masyarakat mendapatkan pengalaman pelayanan kesehatan yang lebih baik, profesional, dan terpercaya.

 

Simak juga: Bunuh Diri Bukan Solusi