“Keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi hasil dari kerja bersama seluruh elemen masyarakat.”

 

KAPOLRES Morowali temui para tokoh adat dan agama untuk memperkuat komunikasi, membangun kepercayaan publik, serta menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Morowali. Langkah tersebut menunjukkan bahwa keamanan masyarakat membutuhkan kolaborasi antara kepolisian, pemuka adat, pemuka agama, dan seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan itu berlangsung pada Selasa 21 Juli 2026. Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini, S.I.K., bersama Wakapolres Morowali Kompol I Nyoman Raka Arya Wiyasa, S.H., serta sejumlah Pejabat Utama Polres Morowali melaksanakan rangkaian kunjungan kerja dan silaturahmi.

Pertemuan pertama berlangsung bersama Dewan Adat Pebotoa Adati Tobungku di Desa Matansala. Ketua Dewan Adat Drs. H. M. I. Ridwan menerima langsung kunjungan tersebut.

Selain itu, Penasihat Dewan Adat Drs. H. Chairuddin N. Zen bersama pengurus Dewan Adat turut hadir dalam agenda tersebut.

Usai Bertemu Tokoh Adat, Kapolres Morowali Temui Para Tokoh Agama 

Dalam rangkaian berikutnya, Kapolres Morowali melakukan kunjungan kepada tokoh agama yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Morowali.

Ketua MUI Drs. H. Mauludin M.Si., Ketua FKUB H. Basir Salam, Ketua Yayasan Masjid Agung Drs. H. Wahid Hasyim, serta tokoh agama lintas kepercayaan hadir dalam pertemuan tersebut.

Tokoh agama Kristen Pdt. Daniel, tokoh agama Hindu Wayan, dan tokoh agama Budha Romo Nanang juga ikut menerima kunjungan Kapolres Morowali.

Pertemuan lintas elemen tersebut memiliki makna penting. Sebab, masyarakat Morowali terus berkembang dengan dinamika sosial, ekonomi, dan investasi yang membutuhkan ruang komunikasi terbuka.

Baca juga: Pencurian Buah Kelapa Sawit: Empat Terduga Pelaku Diamankan Polsek Witaponda, Satu DPO Diburu

Kamtibmas membutuhkan kolaborasi, bukan hanya kewenangan aparat

Kapolres Morowali menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan dari Dewan Adat Pebotoa Adati Tobungku, MUI, FKUB, serta seluruh tokoh adat dan tokoh agama di Kabupaten Morowali.

“Polres Morowali menyampaikan terima kasih atas sambutan dan dukungan yang diberikan oleh Ketua Dewan Adat Pebotoa Adati Tobungku, Ketua MUI, Ketua FKUB, serta seluruh tokoh Adat dan Tokoh agama di Kabupaten Morowali.” ucap AKBP Reza Khomeini.

Menurut Kapolres, keamanan daerah tidak dapat berjalan efektif tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, peran tokoh adat dan tokoh agama menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban sosial.

“Polres Morowali membutuhkan dukungan dan peran aktif tokoh Adat, Tokoh agama sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Morowali,” tegas Kapolres.

Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa pendekatan keamanan modern tidak hanya mengandalkan tindakan penegakan hukum.

Namun, pendekatan tersebut juga mengutamakan pencegahan, dialog, dan keterlibatan masyarakat.

Kapolres Morowali Temui Para Tokoh untuk Cegah Konflik Sosial

Kapolres Morowali juga mengajak seluruh elemen masyarakat membangun komunikasi yang berkelanjutan.

Selain itu, ia mendorong penguatan moderasi beragama serta pencegahan berkembangnya paham radikalisme dan intoleransi.

Disamping itu Kapolres Morowali juga Mengajak seluruh elemen untuk terus membangun komunikasi, memperkuat moderasi beragama, serta bersama-sama mencegah berkembangnya paham radikalisme, intoleransi, maupun potensi konflik sosial yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas.

Langkah ini menjadi penting karena konflik sosial sering muncul akibat lemahnya komunikasi antar kelompok.

Oleh karena itu, hubungan baik antara aparat keamanan dan tokoh masyarakat dapat menjadi sistem peringatan dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.

Selain menjaga ketertiban, sinergitas tersebut juga mendukung iklim pembangunan daerah.

Morowali sebagai wilayah dengan aktivitas ekonomi dan investasi yang tinggi membutuhkan situasi aman, damai, serta harmonis.

Sinergitas keamanan mendukung pembangunan Morowali

Kapolres Morowali berharap hubungan antara Polri dan masyarakat terus berkembang.

Kapolres juga berharap sinergitas ini dapat terus terjalin guna mendukung terciptanya situasi yang aman, damai, harmonis, serta mendukung kelancaran pembangunan dan investasi di Kabupaten Morowali.

Kunjungan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Adat, Ketua MUI, dan Ketua FKUB Kabupaten Morowali.

Mereka menilai langkah Kapolres Morowali memperkuat komunikasi dengan berbagai elemen sebagai bentuk kepedulian terhadap persatuan masyarakat.

Pada akhirnya, keamanan daerah tidak hanya bergantung pada aparat keamanan. Keamanan tumbuh melalui kepercayaan, komunikasi, dan kerja bersama.

Kapolres Morowali temui para tokoh bangun kepercayaan publik

Kapolres Morowali temui para tokoh menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi keamanan dan kerukunan masyarakat.

Melalui pertemuan dengan tokoh adat dan tokoh agama, Polres Morowali membangun ruang dialog yang lebih luas.

Selain itu, sinergitas tersebut membantu mencegah konflik sosial, memperkuat toleransi, dan menciptakan lingkungan yang kondusif.

Dengan komunikasi yang konsisten, kolaborasi antara Polri dan masyarakat dapat menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan Kabupaten Morowali.

ABD. GHAFUR HALIM