“Pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian jabatan. Di dalamnya lahir harapan baru untuk menjaga keamanan, memperkuat pelayanan, dan membangun kepercayaan masyarakat.”
AKBP Reza Khomeini resmi menjabat sebagai Kapolres Morowali setelah menjalani serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Nasri di Lapangan Apel Markas Komando Polda Sulawesi Tengah, Rabu 15 Juli 2026.
Pergantian ini menandai dimulainya babak baru kepemimpinan di Polres Morowali sekaligus menjadi bagian dari strategi pembinaan organisasi Polri agar pelayanan publik, pemeliharaan keamanan, dan penegakan hukum terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.
Momentum tersebut bukan hanya pergantian pejabat. Sebaliknya, rotasi kepemimpinan juga menjadi langkah organisasi dalam menjaga kesinambungan program, memperkuat regenerasi, serta menghadirkan perspektif baru untuk menjawab tantangan keamanan yang terus berubah.
Pergantian Kapolres Morowali Menjadi Bagian Regenerasi Organisasi
Sertijab Kapolres Morowali berlangsung bersamaan dengan rotasi sejumlah pejabat utama dan kapolres di lingkungan Polda Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan Kapolres Banggai Laut.
Upacara dihadiri para Pejabat Utama Polda Sulawesi Tengah, para kapolres dan kapolresta jajaran, Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Tengah Ny. Lina Nasri beserta jajaran pengurus Bhayangkari, serta personel Polda Sulawesi Tengah.
Rotasi tersebut merupakan tindak lanjut Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan SSDM Polri Nomor ST/1336/VI/KEP./2026, ST/1337/VI/KEP./2026, ST/1339/VI/KEP./2026, dan ST/1341/VI/KEP./2026 tertanggal 25 Juni 2026.
Melalui kebijakan itu, Polri melanjutkan pembinaan karier personel, melakukan penyegaran organisasi, sekaligus memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian di berbagai daerah.
AKBP Zulkarnain Mengemban Tugas Baru
Dalam rotasi tersebut, AKBP Zulkarnain memperoleh amanah baru sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan.
Selanjutnya, tongkat estafet kepemimpinan Polres Morowali beralih kepada AKBP Reza Khomeini. Pergantian ini diharapkan menjaga kesinambungan program yang telah berjalan sekaligus membuka ruang bagi lahirnya inovasi baru dalam pelayanan kepolisian.
Keberlanjutan kepemimpinan memiliki arti penting karena tantangan keamanan daerah terus berkembang. Oleh sebab itu, adaptasi yang cepat dan koordinasi yang kuat menjadi kebutuhan utama bagi setiap pemimpin baru.
Mutasi Jabatan Menjadi Strategi Penguatan Kinerja Polri
Selain pergantian Kapolres Morowali, Polda Sulawesi Tengah juga melakukan rotasi terhadap sejumlah pejabat strategis.
Rotasi tersebut mencakup Direktur Reserse Kriminal Umum, Direktur Reserse Siber, Direktur Pengamanan Objek Vital, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Kapolresta Banggai, Kapolres Donggala, Kapolres Morowali Utara, serta pelantikan Kapolres Banggai Laut.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa mutasi bukan sekadar perpindahan jabatan. Sebaliknya, rotasi menjadi instrumen organisasi untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan profesionalisme, dan mempercepat penyegaran kepemimpinan.
Dengan demikian, setiap pejabat baru membawa pengalaman yang berbeda sehingga organisasi memperoleh kesempatan memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kapolda Tekankan Pelayanan, Integritas, dan Inovasi
Dalam sambutannya, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Nasri menjelaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang bertujuan menjaga regenerasi kepemimpinan, mendukung pengembangan karier personel, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kapolda juga memberikan apresiasi kepada para pejabat yang telah menyelesaikan masa tugasnya. Di sisi lain, beliau mengingatkan pejabat baru agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan menjalankan tanggung jawab secara maksimal.
“Mutasi adalah bagian dari dinamika organisasi. Saya berharap pejabat yang baru segera bekerja, berinovasi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jaga kepercayaan publik serta laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas,” ucapnya.
Pesan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur melalui kemampuan manajerial.
Lebih dari itu, masyarakat juga menilai kualitas pelayanan, keterbukaan komunikasi, integritas, serta kemampuan membangun kepercayaan publik.
Tantangan dan Harapan Kepemimpinan Baru di Morowali
Kabupaten Morowali merupakan daerah yang berkembang pesat dengan aktivitas ekonomi yang terus meningkat. Kondisi tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Karena itu, AKBP Reza Khomeini resmi mengemban tanggung jawab yang memerlukan kepemimpinan adaptif, koordinasi lintas sektor, serta pendekatan yang mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.
Selain menjaga situasi keamanan, kepolisian juga berperan memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga.
Sinergi tersebut akan membantu menciptakan lingkungan yang aman sekaligus mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Di sisi lain, tantangan seperti perkembangan teknologi, dinamika sosial, hingga kebutuhan pelayanan publik yang semakin cepat menuntut inovasi dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
AKBP Reza Khomeini resmi memimpin Polres Morowali sebagai bagian dari rotasi kepemimpinan di lingkungan Polda Sulawesi Tengah yang bertujuan memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalisme, dan menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pergantian ini juga menandai keberlanjutan estafet kepemimpinan setelah AKBP Zulkarnain mendapat amanah baru di Polda Sulawesi Selatan.
Selanjutnya, harapan masyarakat tertuju pada kemampuan kepemimpinan baru dalam menjaga keamanan, memperkuat ketertiban, meningkatkan pelayanan publik, serta membangun kepercayaan yang semakin kuat.
Dengan demikian, AKBP Reza Khomeini resmi mengawali masa tugasnya dengan harapan besar untuk membawa Polres Morowali terus memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berintegritas.

