“Pengabdian terbaik lahir ketika amanah dijalankan dengan integritas, aspirasi didengar dengan ketulusan, dan kepemimpinan diwujudkan melalui kerja nyata.”
KOMITMEN mengawal aspirasi merawat amanah menjadi fondasi penting dalam setiap proses kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan mmasyarakat
Nilai tersebut tercermin dalam perjalanan pengabdian Syarifudin Hafid yang menempuh berbagai tahapan, organisasi, legislatif, sosial, dan kemasyarakatan.
Melalui pengalaman yang beragam, ia membangun kapasitas kepemimpinan secara bertahap sekaligus memperkuat komitmennya terhadap pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat.
Pendidikan sebagai Dasar Pengembangan Kapasitas
Setiap perjalanan kepemimpinan memerlukan fondasi ilmu pengetahuan yang kuat. Oleh karena itu, pendidikan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, cara berpikir, serta kemampuan mengambil keputusan.
Syarifudin Hafid lahir di Poso pada 21 April 1973 dari pasangan H. Abdul Hafid dan Hj. Misrah.
Masa pendidikannya dimulai di SDN Wosu dan selesai pada tahun 1985. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMP Wosu sebelum menempuh pendidikan menengah di SMAN 1 Bungku Tengah.
Keinginan untuk terus belajar membawanya ke Fakultas Ilmu Hukum Universitas Azzahra Jakarta hingga meraih gelar Sarjana Hukum.
Selanjutnya, ia memperdalam kompetensi akademiknya melalui program magister di STIE YAPAN Surabaya.
Langkah tersebut menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai bekal dalam menjalankan berbagai amanah.
Organisasi Menjadi Ruang Pembelajaran Kepemimpinan
Pengalaman organisasi memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, membangun kolaborasi, serta memahami kebutuhan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Dalam perjalanan tersebut, Syarifudin Hafid pernah menjabat sebagai Ketua HIPMI Kabupaten Morowali. Pengalaman itu memperluas wawasannya mengenai pengembangan kewirausahaan dan pemberdayaan pelaku usaha muda.
Selanjutnya, ia memimpin Karang Taruna Kabupaten Morowali. Melalui organisasi kepemudaan tersebut, ia mendorong partisipasi generasi muda dalam kegiatan sosial, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua DPC Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Kabupaten Morowali. Pengalaman tersebut semakin memperkuat jejaring komunikasi dan koordinasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Pengabdian Melalui Lembaga Legislatif
Di jalur politik, Syarifudin Hafid adalah Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Morowali. Partai inilah yang mengantarkan dirinya menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Morowali periode 2019-2024.
Berikutnya, masyarakat kembali memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjalankan tugas sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah periode 2024-2029.
Dalam posisi tersebut, ia menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Melalui fungsi tersebut, DPRD berperan dalam pembentukan peraturan daerah, pembahasan anggaran, serta pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Pengalaman pada dua tingkat posisi itu memberikan pemahaman dan pengalaman yang lebih luas mengenai tantangan pembangunan daerah sekaligus pentingnya sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat.
Memimpin Organisasi Nelayan
Komitmen pengabdian juga terlihat melalui kepeduliannya terhadap sektor kelautan dan perikanan dengan memimpin sebuah organisasi nelayan.
Saat ini, Syarifudin Hafid menjabat sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Sulawesi Tengah.
Peran tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat komunikasi antara organisasi nelayan dengan berbagai pemangku kepentingan.
Keberadaan organisasi profesi seperti HNSI memberikan ruang dialog yang konstruktif bagi pengembangan sektor kelautan sebagai salah satu potensi strategis.
Semangat Pengabdian Berbasis Amanah
Kepemimpinan yang berkelanjutan memerlukan integritas, kompetensi, dan kepedulian terhadap kepentingan masyarakat. Oleh sebab itu, setiap pengalaman dan pengabdian memiliki peran penting dalam membentuk kualitas kepemimpinan.
Mengawal aspirasi merawat amanah menggambarkan pentingnya mendengarkan suara masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan yang diberikan melalui kerja nyata, komunikasi yang terbuka, dan pelayanan yang bertanggung jawab.
Nilai tersebut sejalan dengan semangat membangun pemerintahan yang partisipatif, memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta mendorong pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Melalui perjalanan pengalaman dan kiprah di lembaga legislatif, kepemimpinan di HNSI Sulawesi Tengah, serta aktivitas sosial, Syarifudin Hafid, menunjukkan proses yang berlangsung secara berkesinambungan.
Dengan demikian, rekam jejak tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya kepemimpinan yang mengedepankan integritas, pelayanan, dan komitmen mengawal aspirasi merawat amanah sebagai bagian dari upaya membangun daerah yang semakin maju.

