PENDIDIKAN selalu menentukan arah masa depan sebuah daerah. Karena itu, Rp110 Miliar untuk Sekolah bukan sekadar angka dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia Morowali yang berkualitas, berdaya saing, dan siap menghadapi perubahan zaman.
Setiap daerah dapat membangun jalan, jembatan, atau kawasan industri. Namun, hanya daerah yang membangun manusianya yang mampu mempertahankan kemajuan dalam jangka panjang.
Oleh sebab itu, pembangunan pendidikan harus menjadi prioritas utama. Infrastruktur pendidikan yang baik akan memberikan manfaat apabila berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pembelajaran.
Arifin Lakane, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali mengatakan bahwa Pemerintah Daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp110 miliar dalam APBD 2026 untuk membangun sepuluh sekolah percontohan.
Program tersebut dimulai di Kecamatan Witaponda, Bumi Raya, Bungku Tengah, Bahodopi, dan Bungku Pesisir.
Masing-masing kecamatan akan memiliki satu sekolah dasar dan satu sekolah menengah pertama sebagai tahap awal.
Selanjutnya, pemerintah berencana memperluas program tersebut ke lima kecamatan lainnya, yakni Bungku Barat, Bungku Timur, Menui Kepulauan, Bungku Selatan dan Sombori.
Sekolah Percontohan Harus Menjadi Contoh Peningkatan SDM
Program ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada pembangunan gedung sekolah.
Sesungguhnya, sekolah percontohan tidak boleh hanya menghadirkan bangunan yang lebih megah.
Sebaliknya, sekolah percontohan harus menjadi contoh dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Guru perlu mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif. Kepala sekolah harus membangun budaya belajar yang sehat.
Peserta didik perlu memperoleh kesempatan untuk mengembangkan karakter, keterampilan, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis.
Dengan demikian, yang menjadi percontohan bukanlah bangunan fisik sekolah.
Sebaliknya, yang menjadi percontohan adalah keberhasilan membentuk sumber daya manusia yang unggul.
Pemahaman tersebut sangat penting agar masyarakat tidak hanya menilai keberhasilan program dari tampilan fisik sekolah.
Justru ukuran keberhasilan sesungguhnya terletak pada kualitas lulusan yang dihasilkan.
Bangunan Hanya Sarana, Manusia Menjadi Tujuan
Pendidikan berkualitas selalu lahir melalui proses yang baik. Gedung yang megah memang menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.
Namun, fasilitas modern tidak otomatis melahirkan lulusan yang berkualitas. Guru tetap memegang peran utama dalam proses pembelajaran.
Selain itu, kepemimpinan sekolah juga menentukan arah pengembangan pendidikan.
Karena itu, peningkatan kompetensi guru melalui pendampingan bersama Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sulawesi Tengah menjadi bagian yang sangat penting. Pendampingan tersebut akan memperkuat kualitas pembelajaran.
Selanjutnya, sekolah dapat mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Pada akhirnya, pendidikan akan menghasilkan perubahan nyata apabila seluruh unsur berjalan secara bersamaan.
Pendidikan Menjadi Investasi Pembangunan Daerah
Rp110 Miliar untuk Sekolah juga perlu dipahami sebagai investasi pembangunan daerah.
Morowali berkembang menjadi salah satu kawasan industri strategis di Indonesia.
Perkembangan tersebut membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi tinggi.
Dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik. Industri juga memerlukan keterampilan digital.
Selain itu, kemampuan berkomunikasi menjadi semakin penting. Kemampuan bekerja sama juga menjadi kebutuhan utama.
Berpikir kritis pun menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan. Seluruh kemampuan tersebut mulai terbentuk sejak pendidikan dasar.
Karena itu, sekolah dasar dan sekolah menengah pertama memiliki peran yang sangat menentukan.
Semakin baik kualitas pendidikan dasar, semakin besar peluang lahirnya generasi yang siap menghadapi perubahan.
Sekolah Percontohan Sebagai Laboratorium Inovasi
Program sekolah percontohan juga dapat menjadi pusat lahirnya berbagai inovasi pendidikan.
Guru dapat saling berbagi praktik terbaik. Sekolah dapat mengembangkan model pembelajaran yang lebih efektif.
Kemudian, sekolah lain dapat mengadopsi pengalaman tersebut. Melalui cara itu, manfaat program tidak berhenti pada sepuluh sekolah. Sebaliknya, seluruh sekolah di Morowali dapat ikut merasakan dampaknya.
Pendekatan seperti ini akan mempercepat pemerataan mutu pendidikan.
Selain itu, kolaborasi antarsekolah juga akan semakin kuat. Akhirnya, kualitas pendidikan meningkat secara bertahap di seluruh wilayah.
Keberhasilan Bergantung pada Implementasi
Keberhasilan program tentu tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran. Pengelolaan program menjadi faktor yang sangat menentukan.
Evaluasi harus berlangsung secara berkala. Pemeliharaan sarana juga perlu berjalan secara konsisten.
Peningkatan kapasitas guru harus terus berlanjut. Di sisi lain, kepala sekolah perlu menghadirkan kepemimpinan yang visioner.
Orang tua juga perlu mendukung proses belajar anak di rumah. Masyarakat pun dapat ikut menciptakan lingkungan yang mendukung budaya belajar. Kolaborasi tersebut akan memperkuat hasil pembangunan pendidikan.
Membangun Generasi, Bukan Sekadar Gedung
Rp110 Miliar untuk Sekolah akan memberikan manfaat besar apabila seluruh pemangku kepentingan menjaga fokus pada tujuan utamanya. Tujuan tersebut bukan sekadar menghadirkan bangunan baru.
Sebaliknya, tujuan utama program ini adalah melahirkan generasi Morowali yang cerdas, berkarakter, inovatif, produktif, dan siap bersaing.
Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa sekolah percontohan bukanlah sekolah dengan bangunan paling megah.
Sekolah percontohan adalah sekolah yang mampu menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran, kompetensi guru, budaya literasi, karakter peserta didik, serta prestasi lulusan.
Jangan sampai sekolah memiliki gedung yang megah, ruang kelas modern, dan fasilitas yang lengkap, tetapi gagal mencetak generasi bangsa yang unggul.
Sebaliknya, keberhasilan program akan terlihat ketika sekolah mampu membentuk manusia yang berkualitas.
Pada akhirnya, Rp110 Miliar untuk Sekolah bukan hanya investasi pembangunan fisik.
Program tersebut merupakan investasi terbesar untuk membangun sumber daya manusia Morowali yang akan menjadi penggerak kemajuan daerah, penguat daya saing, sekaligus penentu masa depan Morowali dalam jangka panjang.

