ALBAKARAH FIRMANSYAH raih nilai 84,19 dalam pemetaan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Hasil tersebut menempatkannya dalam Kotak 9 sebagai salah satu kandidat suksesor jabatan administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Morowali.
Pemkab Morowali memaparkan hasil pemetaan tersebut dalam ekspose pembangunan manajemen talenta ASN di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta Timur, Kamis 22 Oktober 2026. Melalui sistem ini, pemerintah daerah berupaya menyiapkan calon pejabat berdasarkan kompetensi, potensi, dan kinerja.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Morowali, Asep Haerudin, menjelaskan bahwa empat ASN masuk dalam Kotak 9 untuk kandidat suksesor jabatan pimpinan tinggi dan administrator.
“Dalam persentase ini, kandidat suksesor dalam Manajemen Talenta ASN Kabupaten Morowali yang berada pada Kotak 9 terdiri atas empat orang. Untuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), terdapat Alamsyah dengan nilai total 82,96. Sementara itu, pada jabatan administrator terdapat Albakarah Firmansyah dengan nilai 84,19, Adnan dengan nilai 83,25, dan Indo Unga dengan nilai 81,50,” jelas Asep.
Hasil tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Morowali membangun sistem pengembangan karier ASN yang lebih terukur. Namun, nilai pemetaan dan posisi dalam kelompok talenta tidak otomatis menjamin promosi atau pengangkatan ke jabatan tertentu.
Albakarah Firmansyah Raih Nilai 84,19 dalam Pemetaan Talenta ASN
Nilai 84,19 menempatkan Albakarah dalam kelompok kandidat suksesor jabatan administrator. Posisi ini menunjukkan bahwa namanya masuk dalam daftar calon yang dipertimbangkan melalui proses pemetaan talenta pemerintah daerah.
Kepala BKPSDMD Morowali Asep Haerudin menegaskan bahwa BKN menyediakan sistem penilaian sebagai instrumen identifikasi kandidat secara terukur.
“Tentunya, pemetaan ini menggunakan persentase dan sistem penilaian yang diterapkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), sehingga proses identifikasi kandidat dapat dilakukan secara objektif, terukur, dan berdasarkan kompetensi serta kinerja ASN,” ungkapnya.
Dalam praktiknya, manajemen talenta membantu pemerintah mengenali aparatur yang berpotensi mengisi posisi tertentu. Pemerintah kemudian dapat menyusun program pengembangan sesuai kebutuhan organisasi dan kemampuan setiap pegawai.
Meski demikian, angka penilaian tidak berdiri sendiri. Pemerintah tetap perlu mempertimbangkan persyaratan jabatan, rekam jejak, kebutuhan organisasi, serta ketentuan pengisian jabatan yang berlaku.
Karena itu, manfaat utama pemetaan terletak pada kemampuannya membantu pemerintah mengambil keputusan kepegawaian secara lebih terencana. Sistem ini juga dapat mengurangi ketergantungan pada pendekatan administratif yang hanya berfokus pada masa kerja atau ketersediaan jabatan kosong.
Pemkab Morowali Petakan 5.535 ASN
Skala penerapan manajemen talenta di Morowali mencakup 5.535 ASN. Jumlah tersebut terdiri atas 3.060 pegawai negeri sipil (PNS) dan 2.475 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Untuk mendukung penerapan sistem tersebut, Pemkab Morowali memetakan kondisi jabatan kosong, potensi aparatur, capaian kinerja, dan pembaruan data kepegawaian. BKPSDMD Morowali juga merencanakan profiling ASN bersama Kantor Regional IV BKN Makassar.
Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan pembinaan kompetensi melalui coaching, mentoring, dan pembelajaran berbasis pengalaman.
Langkah tersebut penting karena pemetaan saja tidak cukup untuk menghasilkan aparatur yang siap memimpin. Setiap hasil penilaian perlu diikuti program pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan jabatan.
Sebagai contoh, ASN yang memiliki potensi kepemimpinan dapat mengikuti pembinaan yang memperkuat kemampuan mengambil keputusan, mengelola tim, dan menyelesaikan persoalan organisasi. Sementara itu, aparatur yang membutuhkan penguatan kompetensi teknis dapat mengikuti pelatihan sesuai bidang tugasnya.
Di sisi lain, akurasi data menentukan kualitas hasil pemetaan. Data yang tidak mutakhir dapat menghasilkan gambaran yang kurang tepat mengenai potensi dan kinerja pegawai.
Oleh sebab itu, pembaruan data, evaluasi kinerja, dan pengembangan kompetensi perlu berjalan secara berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah dapat menghubungkan kebutuhan organisasi dengan kesiapan sumber daya manusia yang tersedia.
BKN Tekankan Komitmen Pimpinan Daerah
Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas menilai manajemen talenta dapat membantu pemerintah mengenali potensi aparatur secara lebih menyeluruh.
“Melalui manajemen talenta ini, saya berharap potensi dan kinerja seluruh ASN di Kabupaten Morowali dapat terlihat dengan baik, sehingga menjadi dasar dalam pengembangan karier dan penempatan aparatur sesuai kompetensi,” ujarnya.
Iriane menghadiri kegiatan tersebut mewakili Bupati Morowali. Ia juga mengapresiasi dukungan BKN Pusat dan Kantor Regional IV BKN Makassar dalam mempersiapkan penerapan sistem manajemen talenta di daerah.
Sementara itu, Wakil Kepala BKN RI Suherman menekankan pentingnya komitmen pimpinan daerah, tata kelola kelembagaan, serta data kepegawaian yang akurat dan terintegrasi.
BKN turut mendorong penerapan manajemen talenta untuk mempercepat pengisian jabatan sekaligus menyiapkan calon pemimpin sesuai kebutuhan instansi.
Dalam kegiatan tersebut, Iriane didampingi Kepala Kanreg IV BKN Makassar Akhmad Syauki, Asep Haerudin, Kepala Bidang Mutasi, Pengembangan, dan Penilaian Kinerja Aparatur Indo Unga, serta sejumlah staf. Dari BKN RI, hadir pula Deputi PPMASN Herman dan sejumlah pejabat terkait.
Pemkab Morowali menjadi kabupaten/kota ketiga di Sulawesi Tengah yang melaksanakan ekspose penerapan Sistem Manajemen Talenta ASN. Pada akhir kegiatan, Pemkab Morowali dan BKN RI menandatangani berita acara pelaksanaan ekspose.
Tantangan Setelah Pemetaan Talenta ASN Morowali
Penerapan manajemen talenta menghadirkan peluang bagi Pemkab Morowali untuk membangun sistem karier ASN yang lebih transparan dan berorientasi pada kebutuhan organisasi. Namun, pemerintah perlu menjaga konsistensi pelaksanaan agar hasil pemetaan tidak berhenti sebagai dokumen administratif.
Pertama, pemerintah perlu memperbarui data kepegawaian secara berkala. Kedua, setiap ASN membutuhkan program pengembangan yang sesuai dengan hasil penilaian. Ketiga, mekanisme pengisian jabatan harus tetap mengikuti ketentuan dan prinsip sistem merit.
Selain itu, pemerintah perlu mengevaluasi efektivitas pembinaan terhadap kesiapan aparatur dalam menjalankan tanggung jawab yang lebih besar. Evaluasi tersebut dapat membantu organisasi mengetahui apakah program pengembangan benar-benar meningkatkan kemampuan pegawai.
Dalam konteks ini, hasil pemetaan yang menempatkan Albakarah Firmansyah dan tiga ASN lainnya dalam Kotak 9 menjadi salah satu tahapan penyiapan suksesor jabatan di Morowali.
Pada akhirnya, keberhasilan manajemen talenta tidak hanya bergantung pada nilai yang diperoleh setiap kandidat. Konsistensi penilaian, kualitas pembinaan, akurasi data, dan penerapan sistem merit akan menentukan manfaat pemetaan bagi organisasi.
Dengan demikian, langkah Albakarah Firmansyah raih nilai 84,19 menjadi bagian dari proses pengembangan karier ASN yang perlu berlanjut melalui pembinaan kompetensi dan pengelolaan talenta secara terukur.
Simak juga: Dari Absensi ke Prestasi, Reformasi TPP di Morowali


2 Komentar
Hello https://halomorowali.com/,
I came across your website and noticed some potential areas that could help improve its organic search performance.
Are you currently working on improving your Google rankings?
If yes, I can share a few observations from our initial review.
Thanks,
Sofia
Hello https://halomorowali.com/,
I took a quick look at your website and noticed a few SEO improvements that could help with search visibility.
Are you interested in getting more qualified visitors from Google?
I can send over a few specific opportunities we noticed.
Thanks,
Sofia