CAMAT BUNGKU BARAT Muhdar Da’ami mengingatkan seluruh calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Wata agar menjalani proses pemilihan dengan mengutamakan moral, etika, dan cara-cara yang baik.
Pesan tersebut disampaikan dalam rapat penetapan calon anggota BPD Desa Wata pada Jumat, 4 September 2026. Kegiatan itu mempertemukan panitia pemilihan, pemerintah desa, unsur keamanan, serta para calon anggota BPD.
Panitia Pemilihan BPD Desa Wata dibawah pimpinan Muhlis menggelar rapat tersebut. Kepala Desa Wata, Babinsa TNI, Babinkantibmas, dan seluruh calon anggota BPD turut menghadiri kegiatan.
Camat Bungku Barat Muhdar Da’ami Tekankan Moral dan Etika
Dalam kesempatan itu, Camat Bungku Barat Muhdar Da’ami menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta pemilihan.
Ia meminta setiap calon mengajak masyarakat di daerah pemilihan masing-masing dengan cara yang baik dan benar. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga moral serta etika selama proses pemilihan berlangsung.
“Masing-masing dipersilahkan mengajak seluruh masyarakat desa wata di dapilnya untuk mendukung dengan cara cara yang baik dan benar mengedepankan moral dan etika sehingga pada pemilihan BPD Tahun ini terlahir Anggota BPD yang memiliki dedikasi, kompetensi dan integritas sesuai harapan masyarakat” ucap Muhdar Da’ami.
Pesan tersebut memiliki makna penting karena pemilihan BPD bukan sekadar proses memilih individu. Lebih jauh, masyarakat menentukan figur yang akan menjalankan fungsi perwakilan warga di tingkat desa.
Karena itu, setiap calon perlu membangun kepercayaan melalui gagasan, rekam jejak, kemampuan, dan sikap yang mencerminkan kepentingan masyarakat. Sebaliknya, persaingan yang mengabaikan etika dapat memicu perpecahan dan mengganggu hubungan sosial warga.
Calon BPD Wata dan Arti Penting Pilihan Masyarakat
Penetapan calon menjadi salah satu tahapan penting sebelum masyarakat menggunakan hak pilihnya. Pada tahap ini, warga mulai mengenal nama-nama yang akan mengikuti proses pemilihan berdasarkan daerah pemilihan masing-masing.
Masyarakat tentu memiliki pertimbangan berbeda ketika menentukan pilihan. Namun, kompetensi, integritas, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, dan kepedulian terhadap kepentingan warga dapat menjadi pertimbangan utama.
Dengan demikian, calon tidak hanya perlu mengejar dukungan. Mereka juga perlu menunjukkan kesiapan untuk menjalankan tanggung jawab sebagai anggota BPD apabila memperoleh kepercayaan masyarakat.
Adapun daftar calon anggota BPD Desa Wata berdasarkan dapil yang tercantum dalam dokumen tersebut sebagai berikut:
Dapil I
- Fajar Alan
- Yulianti
- Abdul Halik
- Moh. Isratul Fajar
- Onky Ariandi
Dapil II
- Kamarudin Jainu
- Fatmawati Rasyid
- Samsudin
- Risnayanti
Camat Bungku Barat Muhdar Da’ami: Pemilihan BPD Wata Harus Menjaga Persaudaraan
Pemilihan di tingkat desa memiliki karakter yang berbeda dengan kontestasi politik dalam skala lebih luas. Para calon dan pemilih biasanya memiliki hubungan sosial yang dekat dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh sebab itu, setiap pihak perlu menjaga komunikasi selama proses berlangsung. Perbedaan pilihan seharusnya tidak menghilangkan hubungan kekeluargaan antarmasyarakat.
Panitia juga memiliki peran penting dalam menjaga proses tetap tertib, terbuka, dan sesuai ketentuan. Sementara itu, pemerintah desa bersama unsur keamanan dapat terus mendorong suasana yang aman dan kondusif.
Pada akhirnya, Camat Bungku Barat Muhdar Da’ami menempatkan moral dan etika sebagai bagian penting dalam proses pemilihan BPD Desa Wata. Prinsip tersebut dapat membantu masyarakat melahirkan anggota BPD yang tidak hanya memperoleh dukungan, tetapi juga memiliki dedikasi, kompetensi, dan integritas untuk menjalankan amanah warga.
Kontributor: Zain Said.
Simak juga: Ketua Fraksi PKB DPRD Sulteng Soroti Gubernur Terkait BTIIG


Tinggalkan Balasan