Pergantian kepemimpinan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Morowali menandai berakhirnya satu fase kepemimpinan. Dalam momentum tersebut, pamit dari PDAM Morowali, mantan Direktur PDAM Morowali Mustari menyampaikan terima kasih, permohonan maaf, serta harapan kepada seluruh pelanggan.
Mustari menyampaikan pesan tersebut setelah pelaksanaan serah terima jabatan (Sertijab) Direktur PDAM kepada Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur yang baru, Bahrun, pada Senin, 31 Agustus 2026.
Pesan itu tidak sekadar menjadi ucapan perpisahan. Lebih jauh, Mustari menempatkan pelanggan sebagai bagian penting dalam perjalanan PDAM selama masa kepemimpinannya.
“Perjalanan memimpin PDAM selama ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi saya,” ujar Mustari dalam pernyataannya.
Pamit dari PDAM Morowali, Mustari Tekankan Peran Pelanggan
Menurut Mustari, kepercayaan dan dukungan pelanggan memberikan energi penting bagi PDAM untuk terus berbenah. Pada saat yang sama, kritik masyarakat turut membantu perusahaan melihat berbagai persoalan pelayanan dari sudut pandang pelanggan.
Konteks tersebut menjadi penting karena layanan air bersih menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Gangguan distribusi, keterlambatan penanganan keluhan, maupun kualitas pelayanan dapat langsung memengaruhi aktivitas rumah tangga.
Karena itu, PDAM tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif. Perusahaan juga perlu membangun sistem pelayanan yang cepat, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Mustari memahami posisi tersebut. Ia menilai setiap masukan pelanggan memiliki nilai evaluasi bagi perusahaan.
Dengan demikian, kritik masyarakat seharusnya tidak berhenti sebagai keluhan. Manajemen dapat mengubahnya menjadi bahan untuk memperbaiki sistem distribusi, komunikasi pelanggan, serta mekanisme penanganan masalah.
Pamit dari PDAM Morowali, Mustari Akui Masih Ada Kekurangan Pelayanan
Selain menyampaikan apresiasi, Mustari juga meminta maaf kepada masyarakat atas berbagai kekurangan selama masa kepemimpinannya.
Ia mengakui masih terdapat pelayanan yang belum memenuhi harapan masyarakat secara maksimal. Kondisi itu dapat mencakup keterlambatan pelayanan maupun ekspektasi pelanggan yang belum terpenuhi.
“Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila selama masa kepemimpinan saya, masih terdapat kekurangan, keterlambatan pelayanan, atau ekspektasi masyarakat yang belum sepenuhnya terpenuhi dengan sempurna,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan publik membutuhkan evaluasi secara berkelanjutan. Manajemen tidak dapat mengandalkan capaian masa lalu untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
Di sisi lain, permintaan maaf juga membuka ruang bagi manajemen baru untuk melanjutkan pembenahan. Sebab, keberhasilan PDAM tidak hanya bergantung pada pergantian direktur, tetapi juga pada kemampuan organisasi menjaga kesinambungan pelayanan.
Manajemen Baru Mengemban Tantangan PDAM Morowali
Setelah Sertijab, Bahrun menjalankan tugas sebagai Plt. Direktur PDAM Morowali. Pergantian tersebut sekaligus membuka fase baru bagi perusahaan dalam memperkuat kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Mustari berharap manajemen baru dapat bekerja lebih progresif. Ia juga menaruh harapan pada peningkatan respons terhadap keluhan serta munculnya inovasi pelayanan.
“Di bawah kepemimpinan beliau, PDAM akan bergerak lebih progresif, semakin responsif terhadap keluhan warga, dan mampu melahirkan inovasi-inovasi baru demi kemudahan pelayanan pelanggan semua,” ujarnya.
Harapan tersebut memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan pelanggan saat ini. Masyarakat membutuhkan layanan yang tidak hanya tersedia, tetapi juga mudah diakses dan cepat merespons persoalan.
Oleh sebab itu, inovasi pelayanan dapat mencakup penyederhanaan pengaduan, penyampaian informasi gangguan secara cepat, hingga peningkatan komunikasi antara perusahaan dan pelanggan.
Pada akhirnya, kualitas pelayanan akan menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap PDAM.
Pamit dari PDAM Morowali dan Pesan Keberlanjutan
Mustari juga mengajak pelanggan untuk memberikan dukungan kepada manajemen baru. Menurutnya, hubungan antara PDAM dan pelanggan harus terus terjaga agar perusahaan dapat menjalankan fungsi pelayanan publik secara optimal.
Dukungan masyarakat tentu tidak berarti menghilangkan sikap kritis. Sebaliknya, pelanggan tetap memiliki ruang untuk menyampaikan keluhan, kritik, dan saran secara konstruktif.
Hubungan yang sehat antara perusahaan dan pelanggan justru dapat mempercepat perbaikan. PDAM memperoleh masukan langsung dari pengguna layanan, sedangkan masyarakat mendapatkan ruang untuk menyampaikan kebutuhan mereka.
Pesan perpisahan Mustari akhirnya menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan. Ia menutup masa tugasnya dengan ucapan terima kasih sekaligus harapan agar pelayanan air bersih terus berkembang.
“Semoga PDAM senantiasa jaya dan terus melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” tutupnya.
Pernyataan Mustari pamit dari PDAM Morowali juga menjadi pengingat bahwa pelayanan air bersih membutuhkan kesinambungan, evaluasi, inovasi, dan komitmen untuk menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai prioritas.


Tinggalkan Balasan